Gedung Putih diketahui telah meminta OpenAI untuk menunda peluncuran model AI terbaru mereka, GPT 5.6, karena kemampuan model ini yang dinilai setara dengan Claude Mythos, model AI buatan Anthropic yang diblokir oleh AS. Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, OpenAI menyetujui permintaan ini sebagai jalan tengah agar tetap bisa merilis model AI tersebut ke publik secara bertahap.
Momen Penentu di Menit Akhir
Melansir laporan, CEO OpenAI, Sam Altman, mengirimkan memo internal kepada para karyawannya bahwa pemerintah AS meninjau dan menyetujui akses model AI terbaru ini secara selektif. Dalam memo tersebut, Altman menyatakan bahwa pemerintah melihat kemampuan model AI ini yang setara dengan Claude Mythos, model AI buatan Anthropic. “Kami sudah menegaskan kepada pemerintah AS bahwa sistem seperti ini bukanlah model jangka panjang yang kami inginkan. Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan pelaku industri lainnya untuk mencari pendekatan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang,” kata Altman.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang meminta perusahaan AI dengan model canggih untuk menyerahkan produk mereka secara sukarela untuk ditinjau pemerintah 30 hari sebelum dirilis. Namun, sistem teknis untuk aturan tersebut hingga kini belum terbentuk.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda:
Pertama, permintaan pembatasan untuk OpenAI datang langsung dari Gedung Putih, sementara larangan ekspor untuk Anthropic dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan. Kedua, OpenAI membenarkan soal pembatasan rilis GPT 5.6 demi memenuhi permintaan pemerintah. “Kami tidak ingin proses perizinan ketat dari pemerintah seperti ini menjadi standar jangka panjang. Hal ini justru menghambat para pengguna, pengembang, pelaku usaha, tim pertahanan siber, serta mitra global untuk mendapatkan alat-alat terbaik yang sebenarnya mereka butuhkan,” tulis OpenAI dalam unggahan tersebut.
Ketiga, perusahaan berharap dapat menghadirkan model baru ini secara luas dalam beberapa minggu ke depan, sambil merumuskan aturan main yang jelas bersama pemerintah untuk peluncuran-peluncuran berikutnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kejadian ini menunjukkan bahwa pemerintah AS masih mencari cara untuk mengatur model AI yang semakin canggih. Dalam pengumuman resminya, OpenAI menyatakan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan pelaku industri lainnya untuk mencari pendekatan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.
Dengan demikian, kejadian ini dapat berdampak pada pengembangan model AI di masa depan. Perusahaan AI harus bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan bahwa model AI yang dikembangkan aman dan tidak membahayakan masyarakat.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kejadian ini menunjukkan bahwa masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh dalam mengatur model AI. Pemerintah AS dan perusahaan AI harus bekerja sama untuk menciptakan aturan main yang jelas dan efektif dalam mengatur model AI.
Dalam jangka panjang, kejadian ini dapat membantu meningkatkan keamanan dan keberlanjutan model AI, serta memastikan bahwa model AI dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260630110941-185-1374990/gedung-putih-minta-openai-batasi-rilis-model-gpt-56-apa-alasannya, without altering the facts of the original article.