Jet lag adalah kondisi ketika jam biologis tubuh tidak sesuai dengan waktu di negara tujuan, sering terjadi saat melakukan perjalanan jauh yang melewati beberapa zona waktu. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh merasa lelah, sulit tidur, mengantuk di siang hari, hingga sulit berkonsentrasi. Memilih waktu penerbangan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko jet lag.
Tips Memilih Waktu Terbaik untuk Berwisata
Waktu terbaik untuk terbang agar tidak jet lag adalah penerbangan yang membuat kamu tiba di tujuan sekitar pukul 14.00 hingga 17.00 waktu setempat. Alasannya, kamu masih memiliki waktu untuk terkena sinar matahari dan beraktivitas ringan sebelum tidur malam. Paparan cahaya alami membantu tubuh lebih cepat menyesuaikan diri dengan zona waktu baru.
Bagi wisatawan Indonesia yang bepergian ke Eropa atau Timur Tengah, jadwal tiba pada sore hari biasanya lebih nyaman dibanding tiba pagi hari dalam kondisi kurang tidur. Penerbangan dari Jakarta ke kota-kota Eropa umumnya memakan waktu lebih dari 12 jam. Jika berangkat malam dari Indonesia, kamu bisa mencoba tidur selama perjalanan dan tiba pada pagi atau siang hari di tujuan.
Menghindari Jadwal yang Membuat Kamu Tiba Tengah Malam
Tiba di negara tujuan pada tengah malam bisa membuat proses adaptasi lebih sulit. Selain tubuh yang lelah, pilihan transportasi dan aktivitas juga lebih terbatas. Sebisa mungkin pilih jadwal yang memungkinkan kamu tiba saat masih ada aktivitas di luar ruangan sehingga tubuh mendapat sinyal waktu baru dari lingkungan sekitar.
Cara Mencegah Jet Lag Sebelum dan Selama Penerbangan
Selain memilih waktu yang tepat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah jet lag. Jika bepergian ke negara yang waktunya lebih cepat dari Indonesia, cobalah tidur 30 hingga 60 menit lebih awal selama beberapa hari sebelum keberangkatan. Sebaliknya, jika menuju negara dengan waktu lebih lambat, kamu bisa tidur sedikit lebih malam dari biasanya.
Kabin pesawat memiliki tingkat kelembapan yang rendah sehingga tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi. Minumlah air putih sebelum, selama, dan setelah penerbangan. Kurangi konsumsi alkohol serta minuman berkafein berlebihan karena dapat mengganggu kualitas tidur.
Setelah naik pesawat, ubah jam tangan atau ponsel ke waktu negara tujuan. Jika di tujuan sudah malam, cobalah tidur. Jika masih siang, usahakan tetap terjaga. Duduk terlalu lama selama penerbangan dapat membuat tubuh terasa pegal dan lemas. Luangkan waktu untuk berjalan di lorong pesawat atau melakukan peregangan ringan setiap beberapa jam.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Memilih waktu penerbangan yang tepat dan melakukan beberapa cara untuk mencegah jet lag dapat membantu mengurangi risiko kondisi ini. Dengan demikian, kamu dapat menikmati perjalananmu dengan lebih nyaman dan tidak terganggu oleh jet lag.
Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah memahami kebutuhan tubuh dan melakukan penyesuaian yang tepat untuk mengurangi risiko jet lag. Dengan demikian, kamu dapat menikmati perjalananmu dengan lebih nyaman dan tidak terganggu oleh kondisi ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260618115014-269-1370362/3-tips-memilih-waktu-terbaik-untuk-terbang-agar-terhindar-dari-jet-lag, without altering the facts of the original article.