Matcha lokal Indonesia siap gempur pasar dengan potensi besar, namun bisakah mengalahkan matcha Jepang yang sudah dominan? Tren matcha di Indonesia tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan berbagai kreasi makanan dan minuman yang menggunakan bubuk hijau asal Jepang ini. Namun, sebagian besar matcha yang dikonsumsi masyarakat masih berasal dari luar negeri.
Matcha, dari Jepang hingga Indonesia
Matcha sudah dikenal di Indonesia sejak awal tahun 2000-an, ketika jaringan kedai kopi global mulai memperkenalkannya sebagai alternatif minuman sehat. Biasanya, matcha disajikan dalam bentuk minuman yang dicampur dengan susu, dan menjadi rekomendasi bagi orang-orang yang tidak minum kopi. Namun, tidak semua teh hijau bubuk bisa disebut matcha. Daun teh untuk matcha ditanam dan diolah dengan cara berbeda dibanding teh hijau pada umumnya.
Proses pengolahan matcha yang unik ini menghasilkan cita rasa khas berupa umami dan membuat matcha dilabeli sebagai minuman sehat karena tinggi antioksidan, baik untuk metabolisme, serta memberikan efek fokus yang tenang. Visualnya yang menarik, berwarna hijau nyentrik, ditambah dengan rasa yang unik dan manfaatnya yang baik, membuat banyak orang terdorong untuk membagikan pengalaman icip-icipnya melalui media sosial.
Pasar Matcha yang Meluas
Popularitas matcha pun meluas jauh melampaui kafe-kafe premium. Matcha bisa ditemukan di kedai pinggir jalan di kota-kota kecil. Penggunaannya semakin variatif, tidak lagi terbatas pada campuran minuman, tapi juga merambah ke berbagai kreasi makanan. Sejak awal kemunculannya hingga saat ini, matcha sudah menjangkau masyarakat yang semakin luas, yang artinya juga memperluas pasarnya.
Merisha Ayu, CEO kafe Uji Matcha yang telah berdiri sejak 2017, mengungkap perkembangan pasar matcha sangat signifikan. Hal ini tergambar dari impor matcha untuk kafenya yang meningkat dari tahun ke tahun. “Saya percaya kedepannya matcha ini masih tetap booming. Apalagi dengan gaya hidup masyarakat atau pasar sekarang, yang mana mereka itu lebih peduli dengan kesehatan dan juga lebih sadar dengan apa yang dikonsumsi.”
Mengapa Matcha Lokal Indonesia Perlu Dikembangkan
Ruang pertumbuhan pasar matcha di Tanah Air, menurut Merisha, juga masih luas. Apalagi saat ini matcha juga sudah merambah industri kecantikan, digunakan buat skincare hingga parfum. Perusahaan riset pasar asal India, Mobility Foresight memprediksi, sampai tahun 2031, pasar matcha di Indonesia diperkirakan memiliki laju pertumbuhan tahunan rata-rata hingga 14,8%, didorong oleh kesadaran kesehatan, budaya kafe yang Instagrammable, dan inovasi produk.
Dengan potensi besar seperti ini, Indonesia sebagai salah satu negara penghasil terbesar teh di dunia, memiliki kesempatan untuk meramaikan pasar matcha. Namun, pengembangan matcha lokal Indonesia masih memiliki beberapa tantangan, seperti kualitas dan kuantitas produksi, serta pemasaran yang efektif.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Potensi besar matcha lokal Indonesia memang ada, namun perjalanan panjang masih harus ditempuh. Produsen teh lokal di Ciwidey, Jawa Barat, seperti Rizal Firdaus, sudah mencoba bereksperimen dengan matcha sejak 2016. Butuh delapan tahun riset dan pengembangan, sampai akhirnya Rizal percaya diri memasarkan matcha buatannya lebih luas lagi.
“Saya berpikir, Indonesia kan punya banyak teh, kenapa tidak kita coba bikin matcha di Indonesia?” kata Rizal. Dengan kerja keras dan inovasi, matcha lokal Indonesia dapat menjadi pemain utama di pasar matcha yang terus berkembang.
Dalam beberapa tahun ke depan, kita akan melihat bagaimana matcha lokal Indonesia dapat bersaing dengan matcha Jepang yang sudah dominan. Namun, dengan potensi besar dan kerja keras, Indonesia dapat menjadi pemain utama di pasar matcha.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c8x2581z7lro?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.