21 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Harga cabai di Pasar Induk Metro anjlok, pasokan melimpah dari petani tak diimbangi permintaan pasar. Simak penyebabnya dan dampaknya pada pedagang!

Harga Cabai Anjlok di Pasar Induk Metro

Harga cabai di Pasar Induk Kota Metro mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Cabai merah besar, yang sebelumnya dijual dengan harga Rp65.000–Rp70.000 per kilogram, kini menjadi Rp40.000–Rp45.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada cabai rawit merah atau caplak yang sebelumnya berada di kisaran Rp70.000–Rp80.000 per kilogram, kini berada pada level Rp45.000–Rp50.000 per kilogram.

Apa yang Terjadi?

Penurunan harga cabai terjadi karena pasokan melimpah dari tingkat petani yang tidak diimbangi permintaan pasar. Udin, pedagang bumbu dapur di Pasar Induk Kota Metro, mengatakan bahwa penjualan memang sepi beberapa hari ini. “Harga cabai turun semua. Barang dari petani masuk terus, tapi pembeli besar tidak ada seperti biasanya,” ujar Udin. Selain cabai, harga bawang merah lokal juga ikut terkoreksi dari sekitar Rp55.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Namun, bawang putih dilaporkan masih bertahan di kisaran Rp40.000 per kilogram tanpa perubahan berarti.

🔖 Baca juga:
Kebakaran Hebat di Sebambang Sambas, Warga Panik Selamatkan Bayi

Mengapa dan Dampak

Menurut Udin, pasokan dari petani ke pasar tidak mengalami hambatan, namun pergerakan barang di tingkat pedagang melambat karena rendahnya serapan pasar. “Stok dari petani lancar, tidak ada masalah. Yang jadi persoalan itu barang banyak, tapi yang ambil berkurang,” katanya. Mbah Kos, pedagang ayam potong, menyebut kondisi pasar secara umum sedang melandai, termasuk pada komoditas pangan lain yang ikut tertekan oleh lemahnya permintaan. Ia menambahkan, perubahan harga di berbagai komoditas membuat pedagang harus menyesuaikan perputaran barang agar tidak menumpuk terlalu lama di lapak. “Sekarang semua agak turun, bukan cuma cabai saja. Kami ikut menyesuaikan saja supaya barang tetap jalan,” ujar Mbah Kos.

🔖 Baca juga:
Waspada! Hujan Ringan dan Angin Kencang Mengancam Sejumlah Wilayah di Bali Hari Ini

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kondisi pasar yang sedang melandai ini diharapkan dapat segera membaik dengan meningkatnya permintaan pasar. Pedagang berharap harga komoditas dapat stabil dan permintaan pasar dapat meningkat sehingga mereka dapat menjalankan usaha dengan lancar. Hingga saat ini, aktivitas jual beli di Pasar Induk Kota Metro masih terpantau lebih sepi dibandingkan pekan-pekan sebelumnya, terutama pada komoditas hortikultura.

🔖 Baca juga:
Gayo Lues Terima Program Sekolah Nasional Terintegrasi, SNT Berasrama Dibangun Tahun 2026

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1212751/harga-cabai-di-pasar-induk-metro-turun-pedagang-sebut-pasokan-melimpah, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *