21 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
BPOM temukan obat palsu Codrela dan Trivam Fliege, waspada bahaya bahan keras. Apa dampaknya bagi kesehatan jika mengonsumsi obat palsu?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap peredaran obat palsu merek Codrela dan Trivam Fliege. Kedua obat batuk tersebut tidak memiliki nomor izin edar dan tidak terdaftar di BPOM. Temuan ini merupakan hasil pengawasan BPOM secara intensif, baik di penjualan offline maupun online. Obat palsu ini dapat membahayakan masyarakat karena mengandung bahan-bahan yang tidak sesuai dengan label kemasan.

Penemuan Obat Palsu

BPOM menemukan bahwa Codrela tidak mengandung bahan aktif kodein sebagaimana tercantum pada kemasan, melainkan mengandung dektrometorfan dan klorfeniramin maleat (CTM). Sementara Trivam Fliege diklaim mengandung bahan aktif propofol 20 miligram (mg), yang merupakan obat keras yang penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. Propofol digunakan sebagai obat anestesi intravena untuk induksi, pemeliharaan anestesi umum, dan sedasi pada prosedur umum.

🔖 Baca juga:
Mensos RI Gerakan Koperasi Desa Merah Putih: Bansos Jadi Anggota

Mengapa Obat Palsu Beredar?

Peredaran obat palsu ini dapat terjadi karena kurangnya pengawasan dan kontrol terhadap produksi dan distribusi obat. Selain itu, masyarakat juga harus waspada dan tidak mudah tergoda dengan harga obat yang murah atau penawaran yang tidak biasa. “Hasil pengujian laboratorium mengonfirmasi bahwa Codrela tidak mengandung bahan aktif kodein sebagaimana tercantum pada kemasan, melainkan mengandung dektrometorfan dan klorfeniramin maleat (CTM),” ungkap Kepala BPOM Taruna Ikrar.

Dampak dan Upaya Pencegahan

Peredaran obat palsu dapat membahayakan masyarakat karena dapat menyebabkan efek sampingan yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, BPOM telah melakukan pengawasan lanjutan, penelusuran intelijen, serta penyidikan untuk mengungkap sumber atau pihak yang memproduksi dan mengedarkan obat palsu. BPOM juga terus mengintensifkan pengawasan peredaran obat secara online. Sepanjang tahun 2023 hingga Maret 2026, BPOM telah mengidentifikasi sebanyak 183 tautan di marketplace yang menjual Trivam palsu.

🔖 Baca juga:
Bus TransJ yang Tabrak Separator Busway di MT Haryono Dievakuasi, Arus Lalin Kembali Normal

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

BPOM masih harus terus mengawasi peredaran obat palsu dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya obat palsu. Masyarakat juga harus berperan aktif dalam melaporkan jika menemukan obat palsu atau mencurigakan. Dengan kerja sama antara BPOM dan masyarakat, diharapkan peredaran obat palsu dapat diminimalkan dan masyarakat dapat terlindungi dari bahaya obat palsu.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260701184421-255-1375697/bpom-temukan-peredaran-obat-palsu-mengandung-bahan-keras, without altering the facts of the original article.

🔖 Baca juga:
Dampak Super El Nino 2026, Daftar Wilayah Indonesia yang Paling Rentan dan Berpotensi Terdampak Parah

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *