7 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
BPOM temukan obat palsu Codrela dan Trivam Fliege, waspada bahaya bahan keras. Apa dampaknya bagi kesehatan jika mengonsumsi obat palsu?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap peredaran obat palsu merek Codrela dan Trivam Fliege. Kedua obat batuk tersebut tidak memiliki nomor izin edar dan tidak terdaftar di BPOM. Temuan ini merupakan hasil pengawasan BPOM secara intensif, baik di penjualan offline maupun online. Obat palsu ini dapat membahayakan masyarakat karena mengandung bahan-bahan yang tidak sesuai dengan label kemasan.

Penemuan Obat Palsu

BPOM menemukan bahwa Codrela tidak mengandung bahan aktif kodein sebagaimana tercantum pada kemasan, melainkan mengandung dektrometorfan dan klorfeniramin maleat (CTM). Sementara Trivam Fliege diklaim mengandung bahan aktif propofol 20 miligram (mg), yang merupakan obat keras yang penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. Propofol digunakan sebagai obat anestesi intravena untuk induksi, pemeliharaan anestesi umum, dan sedasi pada prosedur umum.

Mengapa Obat Palsu Beredar?

Peredaran obat palsu ini dapat terjadi karena kurangnya pengawasan dan kontrol terhadap produksi dan distribusi obat. Selain itu, masyarakat juga harus waspada dan tidak mudah tergoda dengan harga obat yang murah atau penawaran yang tidak biasa. “Hasil pengujian laboratorium mengonfirmasi bahwa Codrela tidak mengandung bahan aktif kodein sebagaimana tercantum pada kemasan, melainkan mengandung dektrometorfan dan klorfeniramin maleat (CTM),” ungkap Kepala BPOM Taruna Ikrar.

Dampak dan Upaya Pencegahan

Peredaran obat palsu dapat membahayakan masyarakat karena dapat menyebabkan efek sampingan yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, BPOM telah melakukan pengawasan lanjutan, penelusuran intelijen, serta penyidikan untuk mengungkap sumber atau pihak yang memproduksi dan mengedarkan obat palsu. BPOM juga terus mengintensifkan pengawasan peredaran obat secara online. Sepanjang tahun 2023 hingga Maret 2026, BPOM telah mengidentifikasi sebanyak 183 tautan di marketplace yang menjual Trivam palsu.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

BPOM masih harus terus mengawasi peredaran obat palsu dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya obat palsu. Masyarakat juga harus berperan aktif dalam melaporkan jika menemukan obat palsu atau mencurigakan. Dengan kerja sama antara BPOM dan masyarakat, diharapkan peredaran obat palsu dapat diminimalkan dan masyarakat dapat terlindungi dari bahaya obat palsu.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260701184421-255-1375697/bpom-temukan-peredaran-obat-palsu-mengandung-bahan-keras, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *