Studi Pembangunan UKSW kembali mencetak dua doktor baru yang sukses menyelesaikan disertasi mereka. Yuliana T.B. Tacoh dan Januario Soares dinyatakan lulus dengan disertasi yang membahas tentang pembangunan perdamaian dan identitas nasional. Kunci perdamaian Poso dan identitas nasional Timor-Leste menjadi fokus utama penelitian mereka.
Fokus Penelitian
Yuliana T.B. Tacoh mengkaji peran Sekolah Perempuan Perdamaian di Poso sebagai inisiatif akar rumput dalam proses rekonsiliasi pasca konflik. Disertasinya yang berjudul âPeran Sekolah Perempuan dalam Pembangunan Perdamaian Pascakonflik Poso: Antara Kesadaran Agentif Transformatif dan Batasan Strukturâ menunjukkan bahwa pendidikan perdamaian berhasil membangun kesadaran transformatif perempuan sebagai agen perdamaian. Namun, praktik perdamaian yang dilakukan masih menghadapi keterbatasan karena kuatnya struktur sosial, politik, dan ekonomi yang melanggengkan konflik.
Sementara itu, Januario Soares menyoroti politik bahasa Portugis dalam proses pembentukan identitas nasional Timor-Leste melalui disertasinya yang berjudul âPolitik Bahasa Portugis dalam Pembentukan Identitas Nasional Timor-Leste.â Penelitiannya menemukan bahwa meskipun bahasa Portugis memiliki legitimasi sebagai bahasa resmi negara, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan di bidang pendidikan, birokrasi, dan pemerintahan desa.
Mengapa Penelitian Ini Penting?
Penelitian ini penting karena menyoroti dua aspek krusial dalam pembangunan, yaitu perdamaian dan identitas nasional. Perdamaian merupakan prasyarat bagi pembangunan yang berkelanjutan, sedangkan identitas nasional menjadi fondasi bagi pembentukan karakter dan arah pembangunan suatu negara. Keterlibatan perempuan dalam pembangunan perdamaian dan pengakuan bahasa dalam pembentukan identitas nasional merupakan langkah strategis dalam menciptakan stabilitas dan kemajuan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kelulusan Yuliana T.B. Tacoh dan Januario Soares diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam bidang akademik dan praksis pembangunan. Temuan mereka diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pembuat kebijakan, praktisi pembangunan, dan akademisi dalam merancang program-program pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perdamaian dan identitas nasional dalam pembangunan.
Wakil Dekan FID, Titi Susilowati Prabawa, Ph.D., menyampaikan selamat kepada kedua doktor baru dan mengapresiasi kualitas penelitian yang dihasilkan. Menurutnya, kelulusan Dr. Yuliana Tacoh dan Dr. Januario Soares bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga cerminan komitmen fakultas dalam mendorong penelitian yang relevan bagi pemecahan masalah sosial dan pembangunan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan kelulusan ini, diharapkan para doktor baru dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya dalam pembangunan. Mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mendorong terciptanya masyarakat yang lebih damai, setara, dan sejahtera. Melalui karya-karya mereka, diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi mendatang untuk terus memperjuangkan kebenaran dan kemajuan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/pendidikan/1258287/dua-doktor-baru-studi-pembangunan-uksw-teliti-perdamaian-poso-dan-identitas-nasional-timor-leste, without altering the facts of the original article.