Berita Hari Ini – 26 April 2026 | Pada hari Selasa pagi, seorang warga melaporkan penemuan seorang bayi yang tergeletak di dalam sebuah saluran air di kawasan permukiman Padang Sari. Bayi tersebut tampak dalam kondisi lemah dan tampaknya telah terdampar selama beberapa jam sebelum ditemukan.
Penemuan Bayi di Saluran Air
Petugas kebersihan yang sedang melakukan pemeliharaan rutin segera melaporkan temuan itu kepada pihak keamanan setempat. Sesaat kemudian, tim medis darurat dan aparat kepolisian tiba di lokasi. Bayi yang diperkirakan berusia antara tiga sampai empat bulan itu langsung dibawa ke rumah sakit wilayah terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Penanganan Medis di RSUD
Setelah dievakuasi, bayi tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan tim dokter anak yang melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasil awal menunjukkan bayi mengalami dehidrasi ringan dan hipotermia, namun tidak ada tanda-tanda trauma serius. Tim medis memberikan cairan intravena, pemanasan aktif, dan pemantauan ketat selama 24 jam pertama. Pihak rumah sakit menyatakan kondisi bayi kini stabil dan masih berada dalam pengawasan intensif.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Polisi setempat membuka penyelidikan kasus ini dengan motif yang belum jelas. Penyidik mengumpulkan bukti berupa rekaman CCTV sekitar area saluran, serta melakukan wawancara dengan saksi mata. Hingga kini, pihak berwenang belum mengidentifikasi orang tua atau wali yang bertanggung jawab atas bayi tersebut. Polisi menegaskan akan terus mengejar pelaku dan berkoordinasi dengan dinas sosial untuk memastikan kesejahteraan anak.
Menurut Kapolres, tindakan cepat warga dan petugas kebersihan sangat membantu dalam menyelamatkan nyawa bayi. “Kami menghimbau masyarakat untuk melaporkan segala temuan mencurigakan, terutama yang melibatkan anak-anak,” ujar sang Kapolres.
Tim SAR Sukses Evakuasi Anak di Dam Lombok Timur
Tak lama setelah berita penemuan bayi ini, tim SAR (Search and Rescue) yang berbasis di Provinsi Nusa Tenggara Barat melaporkan keberhasilan operasi evakuasi seorang anak berusia sekitar lima tahun yang hampir tenggelam di sebuah dam di Lombok Timur. Anak tersebut terperangkap di dalam aliran deras setelah bermain di tepi dam. Tim SAR yang dipimpin oleh Komandan Unit SAR setempat berhasil mengevakuasi anak tersebut dengan selamat dalam waktu kurang dari lima menit setelah panggilan darurat.
Keberhasilan operasi ini menunjukkan kesiapan dan koordinasi yang baik antara tim SAR, petugas pemadam kebakaran, serta aparat kepolisian setempat. Pihak berwenang mengingatkan warga agar selalu berhati-hati di area perairan dan tidak meninggalkan anak bermain tanpa pengawasan.
Kasus bayi yang ditemukan di saluran air dan keberhasilan evakuasi anak di dam Lombok Timur menegaskan pentingnya peran serta aktif masyarakat dalam mengidentifikasi dan melaporkan situasi berbahaya. Kedua insiden juga menyoroti kebutuhan akan peningkatan fasilitas pemantauan serta edukasi keselamatan bagi warga, khususnya di daerah yang rawan banjir atau memiliki infrastruktur air yang terbuka.
Para ahli kesehatan anak menekankan pentingnya pemeriksaan rutin bagi bayi dan balita, serta perlunya pendampingan sosial bagi keluarga yang berisiko. Sementara itu, kepolisian berjanji akan terus menindak tegas kasus penelantaran anak dan memastikan pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.
Semua pihak berharap bahwa dengan sinergi antara warga, layanan darurat, dan penegak hukum, kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan, sehingga setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terlindungi.