Keluhan pasien kritis di RSUD Giri Emas yang disampaikan melalui video viral di media sosial mendapat tanggapan dari manajemen rumah sakit. Pasien dengan penyakit paru-paru yang dirawat di RSUD Giri Emas mengalami kondisi kritis yang diduga akibat keterlambatan pemberian obat dan keterbatasan dokter spesialis. Keluarga pasien juga menyoroti fasilitas ruang perawatan yang dinilai belum memadai.
Kronologi Kejadian
Menurut keluarga pasien, ibu mereka dirawat di RSUD Giri Emas akibat penyakit paru-paru dan mengalami kondisi kritis setelah suplai oksigen yang digunakan pasien diduga terhenti. Keluarga pasien mengaku sempat panik dan mempertanyakan penanganan medis yang diterima pasien. Mereka juga menyoroti keterlambatan pemberian obat, keterbatasan dokter spesialis, dan fasilitas ruang perawatan yang dinilai belum memadai.
Keluarga pasien juga menyampaikan bahwa selama lima hari menjalani perawatan, belum ada dokter spesialis paru yang menangani secara langsung. Pasien hanya ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam. Selain itu, pemberian obat disebut tidak dilakukan tepat waktu dan baru diberikan setelah keluarga mendatangi ruang perawat untuk menanyakannya.
Tanggapan Manajemen RSUD Giri Emas
Menanggapi video yang beredar luas tersebut, manajemen RSUD Giri Emas memberikan klarifikasi melalui video berdurasi sekitar 12 menit. Pihak rumah sakit membenarkan masih terdapat sejumlah keterbatasan fasilitas sebagai rumah sakit tipe D, namun membantah telah terjadi kekosongan pasokan oksigen. Manajemen menjelaskan bahwa pasien dengan gangguan paru-paru saat ini ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam karena RSUD Giri Emas belum memiliki dokter spesialis paru.
Mengapa dan Dampak
Keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia di RSUD Giri Emas menjadi sorotan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah. Dampak dari kejadian ini adalah keluarga pasien yang merasa kecewa dan khawatir dengan keselamatan pasien. Oleh karena itu, RSUD Giri Emas perlu melakukan evaluasi dan perbaikan layanan kesehatan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
RSUD Giri Emas masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Pihak rumah sakit perlu melakukan investasi pada sumber daya manusia dan fasilitas untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Pemerintah daerah juga perlu memberikan perhatian serius untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas dan memadai.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/buleleng/600585/keluhan-penanganan-pasien-di-rsud-giri-emas-viral-hingga-pasien-berada-di-kondisi-kritis, without altering the facts of the original article.