3 Juni 2026
Qantas Siapkan Project Sunrise: Penerbangan Nonstop Sydney-London 22 Jam Siap Mengguncang Dunia

Qantas Siapkan Project Sunrise: Penerbangan Nonstop Sydney-London 22 Jam Siap Mengguncang Dunia

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Berita Hari Ini – 26 April 2026 | Maskapai asal Australia, Qantas, mengumumkan bahwa rencana ambisiusnya, Project Sunrise, akan mewujudkan penerbangan nonstop Sydney-London selama 22 jam pada paruh pertama 2027. Jika jadwal terpenuhi, rute ini akan menjadi salah satu penerbangan penumpang terpanjang di dunia, menandai era baru dalam industri penerbangan komersial.

Detail Rute dan Pesawat

Rute Sydney-London diperkirakan menempuh sekitar 17.000 kilometer, dengan durasi terbang lebih dari 20 jam. Qantas menyiapkan Airbus A350‑1000ULR (Ultra Long Range) khusus yang dirakit di fasilitas Airbus di Toulouse, Prancis. Pesawat pertama dijadwalkan tiba di Australia pada akhir 2026, kemudian menjalani dua bulan uji terbang sebelum komersialisasi.

🔖 Baca juga:
FC Porto Menggebrak: Dari Bench ke Puncak, Andre Villas‑Boas Bawa Klub ke Gelar Juara Liga Portugal

Konfigurasi kabin dirancang ulang untuk menambah ruang kaki, mengurangi jumlah kursi, dan menambahkan zona kesejahteraan di antara kelas ekonomi dan premium. Total kapasitas pesawat diperkirakan 238 penumpang, lebih sedikit dari kapasitas standar 300 kursi, demi kenyamanan pada penerbangan ultrapanjang.

Tantangan Teknis dan Operasional

Pengembangan rute ultrajarak menghadirkan tantangan teknis yang signifikan. Dibutuhkan mesin yang dapat menahan beban bahan bakar besar sekaligus mempertahankan efisiensi bahan bakar. Airbus A350‑1000ULR dilengkapi mesin Rolls‑Royce Trent XWB‑1000, yang menawarkan daya dorong tinggi serta konsumsi bahan bakar rendah.

Selain itu, Qantas harus menyesuaikan prosedur navigasi, manajemen awak, serta regulasi keamanan penerbangan internasional. Pandemi Covid‑19 sempat menunda peluncuran, namun pemulihan pasar dan peningkatan permintaan perjalanan jarak jauh memberi sinyal positif bagi keberhasilan proyek ini.

Pengalaman Penumpang dan Fasilitas Premium

Qantas menekankan bahwa kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama. Kabin dilengkapi pencahayaan yang meniru siklus alami, sistem hidrasi, dan menu makanan yang disesuaikan dengan zona waktu tujuan. Area khusus untuk peregangan, minum, serta gerakan ringan akan ditempatkan di tengah kabin.

🔖 Baca juga:
Dollar ke Rupiah Meroket: Kurs Melewati Rp 17.500, Apa Penyebabnya?

Kelas pertama menawarkan kursi yang dapat berubah menjadi tempat tidur datar, dilengkapi lemari pribadi, dan televisi layar 32 inci. Kelas bisnis tetap menyediakan kursi lay‑flat serta layanan makanan gourmet. Di kelas ekonomi, kursi dirancang dengan sudut sandaran yang lebih lebar serta penambahan headrest ergonomis.

Dampak Ekonomi dan Persaingan

Rute nonstop ini diprediksi akan mengurangi total waktu perjalanan antara Australia dan Inggris hingga empat jam dibandingkan rute tradisional yang melibatkan satu atau dua pemberhentian di Singapura, Dubai, atau Doha. Menurut data internal Qantas, potensi peningkatan pendapatan per penumpang dapat mencapai 15‑20 persen, meskipun harga tiket diperkirakan naik sekitar 20 persen dibandingkan penerbangan dengan transit.

Keberhasilan Project Sunrise juga dapat memberi tekanan kompetitif pada maskapai lain, seperti Singapore Airlines yang saat ini memegang rekor penerbangan nonstop terpanjang antara Singapura dan New York (18 jam). Jika Qantas meluncurkan rute Sydney‑London dan Sydney‑New York secara bersamaan, posisi Australia sebagai hub perjalanan ultrajarak akan semakin kuat.

Selain manfaat komersial, proyek ini mencerminkan tren industri penerbangan yang semakin memprioritaskan penumpang premium. Seperti yang dilaporkan oleh sumber lain, maskapai global kini mengalokasikan lebih banyak ruang untuk suite pribadi dan layanan mewah, sementara kelas ekonomi menghadapi tekanan biaya bahan bakar dan tarif bagasi.

🔖 Baca juga:
Drama Laga Al Ahli vs Damac: Pertarungan Dua Bintang di Puncak dan Bawah Klasemen

Dengan menggabungkan inovasi teknis, desain kabin yang berfokus pada kesejahteraan, dan strategi harga yang cermat, Qantas berharap Project Sunrise tidak hanya menjadi prestasi rekam jejak penerbangan, tetapi juga katalisator perubahan cara orang bepergian antar benua.

Views: 6

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *