Berita Hari Ini – 26 April 2026 | Pertandingan pekan ke-26 Liga Championship 2025/2026 antara Persiba Balikpapan dan PSS Sleman berlangsung di Stadion Batakan pada Minggu, 26 April 2026. Kedua tim memasuki laga dengan misi yang sangat berbeda: Persiba berjuang menghindari zona degradasi, sementara PSS berusaha menegaskan posisi puncak klasemen Grup 2.
Persiba vs PSS: Sorotan Laga Penentu
PSS membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-73 lewat gol tunggal Gustavo Tocantins, yang memanfaatkan umpan pendek dari Terens Puhiri. Gol tersebut memberikan keunggulan 1-0 bagi tim tamu dan menambah jarak mereka dengan Persipura di puncak klasemen.
Persiba tidak tinggal diam. Pada menit ke-90, tepat menjelang waktu normal berakhir, Arsa Ramadan mengeksekusi serangan balik yang menghasilkan gol penyeimbang. Gol ini memperkecil selisih poin dan menambah harapan bagi Persiba untuk menghindari playoff degradasi.
Skor akhir 1-1 membuat Persiba tetap berada di peringkat kesembilan dengan 19 poin, sementara PSS tetap memimpin Grup 2 bersama Persipura dengan 53 poin masing‑masing. Dengan satu pekan tersisa, Persiba tidak lagi memiliki peluang mengejar PSIS Semarang yang berada di zona aman dengan 23 poin.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Persiba mendominasi penguasaan bola di paruh pertama, namun serangan mereka sering kali tidak menemukan sasaran. Pada menit ke-29, Takumu Nishihara hampir mencetak gol setelah memanfaatkan kesalahan back‑pass Kevin Gomes, namun kiper Ega Rizky berhasil menangkis tembakan tersebut. Pada menit ke-36, Kodai Nagashima mencoba tembakan jarak jauh, namun bola melambung di atas mistar gawang.
- Gol PSS: Gustavo Tocantins (73′)
- Gol Persiba: Arsa Ramadan (90+’)
- Kartu merah: Rical Vieri (Persiba) pada menit ke-49 setelah pelanggaran keras pada Frederic Injai.
- Kiper Persiba: Pancar Nur; Kiper PSS: Ega Rizky
Pelatih Persiba, Leonard Tupamahu, menegaskan bahwa timnya tetap bertekad kuat meski harus bermain dengan sepuluh pemain setelah pengurangan. Ia menambahkan, “Kami sudah menganalisis kekuatan lawan dan kami siap memberikan perlawanan maksimal. Kemenangan di laga kandang terakhir sangat penting untuk mengamankan posisi kami.”
Di sisi lain, pelatih PSS, Ansyari Lubis, mengakui tekanan yang dihadapi timnya. “Kami harus tetap fokus dan tidak melengkungkan hasil akhir. Poin yang kami dapatkan cukup untuk tetap berada di puncak, namun kami tidak akan lengah hingga laga terakhir,” ujarnya dalam konferensi pers sesaat sebelum pertandingan.
Dengan hasil imbang ini, Persiba dipastikan harus mengikuti playoff degradasi melawan Persekat Tegal. Sementara PSS masih harus menunggu hasil laga terakhir melawan tim lain untuk memastikan tiket promosi langsung ke Super League atau terpaksa menjalani playoff promosi.
Atmosfer di Stadion Batakan terasa panas, suporter Persiba yang dikenal sebagai “Beruang Madu” memberikan dukungan lantang sepanjang pertandingan. Namun, peluang mereka terbatas karena pertahanan PSS tampil disiplin dan kiper Ega Rizky menunjukkan refleks yang cepat.
Berbagai analis sepakbola menilai bahwa pertandingan ini menjadi contoh klasik dari laga hidup‑mati di level kedua liga Indonesia. Persiba menunjukkan semangat juang, namun ketidakkonsistenan dalam penyelesaian akhir menjadi faktor utama yang membuat mereka terpaksa bergulir ke playoff.
Ke depannya, Persiba harus mempersiapkan diri secara mental dan taktik untuk menghadapi fase knockout, sementara PSS berusaha menjaga performa agar tetap di puncak klasemen menjelang penutupan musim.