Gita Wirjawan: Etikabilitas Harus Jadi Prioritas Kepemimpinan Masa Depan
Mantan Menteri Perdagangan periode 2011â2014, Gita Wirjawan, mendesak orientasi kepemimpinan nasional ditata ulang dengan memprioritaskan etikabilitas sebagai ukuran utama. Menurutnya, bangsa ini harus berhenti mabuk pada elektabilitas dan popularitas, dan bergeser pada ukuran yang lebih menentukan: integritas, kapabilitas, dan etikabilitas. Desakan ini ia sampaikan dalam Public Lecture Series menyambut Dies Natalis ke-1 Universitas Harkat Negeri (UHN) di Kampus Tegal.
Latar Belakang dan Kritik terhadap Sistem Kepemimpinan Saat Ini
Gita Wirjawan menyatakan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki modal yang lebih dari cukup untuk memimpin kawasan, termasuk wilayah yang luas, penduduk dalam jumlah besar, sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan kebinekaan. Namun, persoalannya adalah keberanian untuk menerobos batas dan tampil sebagai bangsa beradab. Ia menyoroti bahwa titik yang kerap diabaikan adalah cara bangsa ini memilih pemimpin, di mana obsesi pada angka survei telah menggeser ukuran kepemimpinan dari hal yang semestinya menentukan.
Mengapa Etikabilitas Menjadi Penting?
Etikabilitas menjadi penting karena berkaitan langsung dengan integritas, kapabilitas, dan kemampuan membangun narasi yang kuat. Gita Wirjawan menekankan bahwa kepemimpinan mendatang haruslah ditata ulang dengan memprioritaskan etikabilitas sebagai ukuran utama. Dengan demikian, bangsa ini dapat memiliki pemimpin yang tidak hanya memiliki elektabilitas dan popularitas, tetapi juga memiliki integritas, kapabilitas, dan etikabilitas yang kuat.
Dampak dan Jalan Keluar
Dampak dari kepemimpinan yang memprioritaskan etikabilitas adalah dapat meningkatkan kualitas pemimpin dan memperkuat fondasi bangsa. Gita Wirjawan menawarkan satu jalan keluar konkret dari apa yang ia sebut jebakan sensasionalitas, yakni membenahi pendidikan dimulai dari nasib guru. Ia menekankan bahwa gaji guru harus diperbaiki secara revolusioner dan profesi guru harus ditempatkan sebagai profesi yang sangat dihargai. Dengan demikian, generasi muda dapat memiliki keberanian untuk berpikir lintas batas dan menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton perubahan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Gita Wirjawan menekankan bahwa bangsa ini masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Namun, dengan memprioritaskan etikabilitas sebagai ukuran utama kepemimpinan, bangsa ini dapat memiliki pemimpin yang kuat dan beradab. Generasi muda harus memiliki keberanian untuk berpikir lintas batas dan menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton perubahan. Dengan demikian, bangsa ini dapat mencapai kemajuan yang signifikan dan menjadi bangsa yang diperhitungkan di kawasan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/stories/gita-wirjawan-di-uhn-tegal-kepemimpinan-mendatang-harus-ditata-ulang-jangan-mabuk-elektabilitas-tanpa-etikabilitas-260625m.html, without altering the facts of the original article.