Berita Hari Ini – 27 April 2026 | Pada laga penentu Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Jumat 24 April 2026, pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, mengungkap alasan mendasar di balik keputusan menurunkan Fitrah Maulana sebagai starter. Penjelasan tersebut muncul di sela-sela kontroversi spanduk “Shut Up KDM” yang sempat menguasai sorotan media, sekaligus menambah bahan diskusi di kalangan bobotoh.
Motivasi Taktis Bojan Hodak
Bojan menegaskan bahwa keputusan tak bersifat reaktif terhadap isu bonus, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat lini tengah. Ia menyatakan, “Fitrah memiliki visi permainan yang cocok dengan pola serangan kami, terutama dalam transisi cepat dari pertahanan ke serangan.”
- Kesesuaian Formasi – Sistem 4-2-3-1 yang diterapkan membutuhkan gelandang yang dapat menahan bola sambil membuka ruang bagi sayap.
- Kemampuan Penyerangan – Fitrah mampu menembus ruang sempit dan memberikan umpan-umpan terobosan ke penyerang utama, yaitu David da Silva.
- Stamina dan Konsistensi – Dalam sesi latihan akhir pekan, pemain muda itu menunjukkan kebugaran yang lebih unggul dibandingkan pilihan lain.
Pengaruh Bonus dan Moral Tim
Di luar aspek taktik, Bojan tidak menutup kemungkinan bahwa bonus yang diumumkan oleh Menteri Perumahan, Maruarar Sirait, memberikan tambahan motivasi bagi pemain. Namun ia menekankan, “Bonus adalah hal wajar dalam sepak bola profesional, tetapi yang lebih penting adalah dedikasi pada lapangan.”
Ia menambahkan bahwa Persib berada di posisi puncak klasemen dengan 66 poin, namun persaingan dengan Borneo FC yang memiliki poin sama menuntut konsistensi. Oleh karena itu, menurunkan pemain yang dapat menjaga intensitas serta memberikan kontribusi ofensif menjadi prioritas.
Reaksi Suporter dan Media
Spanduk “Shut Up KDM” yang dipasang di tribun GBLA mencerminkan kekhawatiran sebagian suporter terkait potensi pengalihan fokus pemain akibat isu bonus. Bojan menanggapi secara tenang, menyatakan bahwa timnya telah dibekali mental yang kuat untuk tetap fokus pada pertandingan.
Para analis sepak bola menilai keputusan menurunkan Fitrah Maulana sebagai langkah cerdas, mengingat performa impresifnya pada dua laga imbang melawan Dewa United dan Arema sebelumnya. Statistik menunjukkan bahwa ketika Fitrah berada di lapangan, Persib mencatat rata‑rata penguasaan bola 58% dan 4,2 tembakan per pertandingan, dibandingkan dengan 52% dan 3,1 tembakan ketika ia tidak bermain.
Prospek Kedepannya
Dengan sisa jadwal yang semakin menipis, Bojan menegaskan bahwa pemilihan pemain akan terus berlandaskan pada performa dan kebutuhan taktis. Ia menutup wawancara dengan catatan optimis, “Jika kami terus mengoptimalkan potensi pemain seperti Fitrah, peluang kami mempertahankan gelar juara semakin besar.”