5 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Warga Langkahan terpaksa tinggalkan rumah usai bencana rusak ribuan hektare kebun sumber mata pencaharian. Apa penyebabnya mereka harus merantau?

Ratusan Warga Langkahan Terpaksa Merantau

Pascabencana banjir yang melanda Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari pekerjaan di luar daerah. Kerusakan ribuan hektare kebun yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga membuat mereka kehilangan penghasilan. Akibatnya, banyak warga yang memilih merantau ke luar daerah, bahkan ke luar negeri, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Momen Penentu di Menit Akhir

Banjir yang terjadi pada akhir November tahun lalu menyebabkan kerusakan parah pada tanaman perkebunan milik warga, seperti pinang, kakao, dan kelapa sawit. Banyak pohon yang mati karena terendam berhari-hari, tertimbun lumpur dan material banjir, bahkan hanyut terbawa arus. Keuchik Rumoh Rayeuk, Akhthailah, mengatakan bahwa desa yang dipimpinnya tidak memiliki areal persawahan, sehingga masyarakat menggantungkan hidup dari hasil perkebunan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Lambatnya pencairan bantuan dari pemerintah pusat semakin memperburuk kondisi masyarakat. Hingga memasuki bulan kedelapan pascabanjir, bantuan Jaminan Hidup (Jadup) maupun bantuan pemulihan ekonomi belum juga diterima warga. Kondisi ini membuat banyak kepala keluarga dan pemuda memilih meninggalkan kampung halaman untuk mencari pekerjaan di daerah lain. “Sudah hampir 200 warga yang merantau setelah Lebaran Idulfitri dan Iduladha. Mereka rata-rata bekerja sebagai buruh di Malaysia, Medan, dan Banda Aceh, serta daerah lainnya,” ujar Akthailah.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Mukim Pinto Rimba, Hasan Ismail, membenarkan bahwa semakin banyak warga Kecamatan Langkahan yang memilih merantau sejak bencana banjir melanda wilayah tersebut. Menurutnya, dari 23 gampong di Kecamatan Langkahan, hanya Gampong Seureukey dan Dusun Bola Mas di kawasan transmigrasi yang tidak terdampak banjir. Selebihnya mengalami kerusakan cukup parah. Akthailah menyebutkan bahwa mereka terpaksa meninggalkan keluarga untuk sementara waktu agar tetap memiliki penghasilan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan anak-anak. Kondisi ini tentunya membutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk membantu warga yang terkena dampak banjir. Bantuan yang tepat sasaran dan efektif dapat membantu warga Langkahan memulihkan kehidupan mereka. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Dengan demikian, warga Langkahan dapat kembali menjalani kehidupan normal dan tidak terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari pekerjaan di luar daerah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1032513/demi-bertahan-hidup-banyak-warga-tinggalkan-langkahan-pascabencana, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *