7 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Es abadi Jayawijaya terancam punah dalam hitungan bulan akibat laju penyusutan yang drastis. Apa penyebabnya dan bagaimana dampaknya bagi lingkungan? Cari tahu selengkapnya!

Es abadi Jayawijaya di Puncak Jaya, Papua, terancam punah dalam hitungan bulan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), es yang telah bertahan ribuan tahun ini diperkirakan bisa hilang sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027. Penyusutan es ini berlangsung drastis, dengan luas hamparan es yang menurun dari sekitar 4,3 kilometer persegi pada 1988 menjadi hanya sekitar 0,09 kilometer persegi pada September 2025.

Fakta-Fakta Penyusutan Es Jayawijaya

Pada 2010, ketebalan es di titik pengukuran mencapai sekitar 32 meter. Namun, pada 2023, angka itu tinggal sekitar 4 meter. Pemantauan terbaru bahkan melaporkan es di titik tersebut sudah mencair sepenuhnya. Sejak 2016, laju penipisan es diperkirakan mencapai 2 hingga 2,5 meter per tahun. Fenomena ini dipicu kombinasi perubahan iklim global dan El Niño yang membuat suhu semakin tinggi dan cuaca lebih kering di Indonesia.

Mengapa Es Jayawijaya Penting?

Es Jayawijaya bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat adat Papua. Puncak Jaya bukan sekadar gunung, melainkan simbol budaya dan spiritual yang menyimpan warisan leluhur. Hilangnya es Jayawijaya berarti hilangnya bagian penting dari identitas mereka. Selain itu, es pegunungan berperan menjaga keseimbangan air di Papua, dan pencairannya berpotensi mengganggu ekosistem, habitat satwa liar, dan lahan pertanian masyarakat yang bergantung pada siklus air dari pegunungan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Hilangnya es Jayawijaya memiliki dampak yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat adat Papua. Perubahan iklim bukan lagi angka di jurnal ilmiah, tetapi telah terlihat nyata pada gunung yang perlahan kehilangan lapisan putihnya. Banyak peneliti kini memperkirakan es abadi di Papua hanya tinggal hitungan bulan sebelum benar-benar hilang selamanya. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan melestarikan lingkungan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kehilangan es Jayawijaya menjadi pengingat bahwa perubahan iklim memiliki dampak yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, melestarikan lingkungan, dan mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan. Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita dapat mengurangi dampak perubahan iklim dan melestarikan lingkungan untuk generasi masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260702205018-641-1376239/bmkg-es-abadi-puncak-jaya-papua-berpotensi-hilang-total-akhir-2026, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *