Mantan Menteri Perdagangan periode 2011-2014, Gita Wirjawan, mendesak orientasi kepemimpinan nasional ditata ulang dengan memprioritaskan etikabilitas sebagai ukuran yang lebih menentukan. Menurutnya, bangsa ini harus berhenti mabuk pada elektabilitas dan popularitas, dan bergeser pada integritas, kapabilitas, dan etikabilitas. Desakan ini disampaikan dalam Public Lecture Series menyambut Dies Natalis ke-1 Universitas Harkat Negeri (UHN) di Kampus Tegal.
Momen Penentu di Dunia Pendidikan
Rektor UHN Sudirman Said dalam sambutan pembuka menilai persoalan bangsa ini bukan terletak pada kelangkaan modal, melainkan pada minimnya keberanian berpikir besar dan kejujuran menilai kepemimpinan sendiri. Ia mengajak audiens belajar dari Singapura yang melompat dari negara dunia ketiga ke dunia kesatu dalam waktu 40 tahun. Menurut Sudirman, investasi besar dalam dunia pendidikan sangat krusial untuk memunculkan pikiran-pikiran besar yang dieksekusi nyata.
Etikabilitas sebagai Prioritas
Gita Wirjawan menegaskan Indonesia sebenarnya memegang modal yang lebih dari cukup untuk memimpin kawasan. Namun, modal itu tidak akan berarti tanpa keberanian. Ia menyoroti titik yang kerap diabaikan, yaitu cara bangsa ini memilih pemimpin. Obsesi pada angka survei telah menggeser ukuran kepemimpinan dari hal yang semestinya menentukan. Oleh karena itu, Gita mendesak reorientasi menyeluruh dengan memprioritaskan integritas, kapabilitas, dan etikabilitas dalam kepemimpinan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Dengan memprioritaskan etikabilitas, Indonesia dapat membangun kepemimpinan yang lebih kuat dan beradab. Generasi muda diharapkan memiliki keberanian untuk berpikir lintas batas dan menjadi pencipta inovasi, bukan hanya pengguna teknologi. Investasi besar dalam pendidikan, terutama dengan memperbaiki nasib guru, dapat menjadi jalan keluar dari jebakan sensasionalitas. Dengan demikian, Indonesia dapat memimpin kawasan dan menjadi bagian dari solusi global.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kedepan, Indonesia masih memiliki jalan panjang untuk ditempuh dalam membangun kepemimpinan yang kuat dan beradab. Dengan memprioritaskan etikabilitas dan investasi besar dalam pendidikan, Indonesia dapat memimpin kawasan dan menjadi bagian dari solusi global. Oleh karena itu, penting bagi bangsa ini untuk berhenti mabuk pada elektabilitas dan popularitas, dan bergeser pada ukuran yang lebih menentukan: integritas, kapabilitas, dan etikabilitas.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/stories/gita-wirjawan-di-uhn-tegal-kepemimpinan-mendatang-harus-ditata-ulang-jangan-mabuk-elektabilitas-tanpa-etikabilitas-260625m.html, without altering the facts of the original article.