Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?
KompetitifSekolah di Sumenep Kesulitan Menarik Murid
Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 di Kabupaten Sumenep masih menghadapi tantangan pada proses penerimaan peserta didik baru. Sekolah Rakyat di Sumenep kesulitan mendapatkan murid, terutama di jenjang sekolah dasar (SD). Hingga memasuki awal tahun ajaran, kuota jenjang SD masih jauh dari target.
Berdasarkan data yang ada, hanya 8 siswa yang mendaftar di jenjang SD, sementara kuota yang tersedia adalah 30 siswa per rombongan belajar (rombel). Rendahnya minat masyarakat menyekolahkan anak di jenjang SD ini mendapat perhatian serius dari anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Sami’oeddin.
Apa yang Terjadi?
Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sumenep, Kementerian Sosial RI menetapkan kuota masing-masing satu rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD dan SMP. Setiap rombel memiliki kapasitas maksimal 30 siswa. Namun, hingga saat ini jumlah calon peserta didik jenjang SD baru mencapai delapan orang. Sebaliknya, pendaftar jenjang SMP telah menembus 37 siswa atau melebihi kuota yang tersedia.
Mengapa dan Dampak
Sami’oeddin menilai pemerintah daerah perlu mengidentifikasi penyebab rendahnya minat masyarakat, termasuk kemungkinan adanya kekhawatiran orang tua terhadap sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat. Ia juga mendorong pemerintah memperkuat sosialisasi melalui pemerintah desa, pendamping sosial, serta tokoh masyarakat agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai manfaat program tersebut. Rendahnya minat masyarakat ini dapat berdampak pada tujuan utama program Sekolah Rakyat Terintegrasi, yaitu memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan minat masyarakat dan memenuhi kuota siswa.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Koordinator PKH Kabupaten Sumenep, Hairullah mengatakan proses penjaringan calon peserta didik jenjang SD masih terus dilakukan oleh tim PKH kabupaten bersama tim di tingkat kecamatan. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi dan promosi program Sekolah Rakyat Terintegrasi untuk meningkatkan minat masyarakat. Dengan demikian, diharapkan kuota siswa dapat terpenuhi dan tujuan utama program dapat tercapai. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi dan monitoring untuk memastikan bahwa program Sekolah Rakyat Terintegrasi dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/madura/551151/sekolah-rakyat-terintegrasi-di-sumenep-masih-paceklik-murid-hanya-ada-8-siswa-yang-daftar-sd, without altering the facts of the original article.