Gunungraja, Tanahlaut membara, dengan kobaran api yang terlihat jelas dari Jalan A Yani jalur Pelaihari-Banjarmasin di wilayah RT 6 Desa Gunungraja, Kecamatan Tambangulang. Semburat warna merah membara dari areal yang terbakar terlihat jelas di tengah malam. Titik api berada cukup jauh dari permukiman sehingga hanya cahaya kobaran yang terlihat jelas pada malam hari.
Momen Penentu di Malam Hari
Kobaran api tersebut pertama kali diketahui oleh Ketua RT 6 Desa Gunungraja, Rohimi, yang segera memantau dari kawasan Jembatan Empat Batibati (Jembatan Batang Banyu) setelah menerima informasi tersebut. Dari lokasi itu, kobaran api memang terlihat, namun diperkirakan masih berada di kawasan yang cukup jauh dari permukiman warga. “Dari jembatan apinya terlihat jelas, tetapi lokasinya masih jauh dari wilayah RT kami. Dugaan sementara berada di kawasan perbatasan menuju Desa Sungaipinang,” ujarnya.
Rohimi pun juga langsung meluncur ke arah Pelaihari agar bisa mengamati lebih jelas kobaran api tersebut. Terpantau masih cukup jauh, diperkirakan satu kilometer dari jalan raya. Kepala Desa Gunungraja, Samsiar, menyampaikan berdasarkan informasi yang diterimanya, titik api berada di kawasan lahan bondong yang jauh dari permukiman maupun dari ruas Jalan A Yani. “Lokasinya diperkirakan berada di perbatasan dengan Desa Sungaipinang. Jaraknya cukup jauh dari rumah warga,” katanya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kejadian kebakaran lahan bondong di Gunungraja ini menambah daftar panjang kejadian karhutla di wilayah Kabupaten Banjar. Berdasarkan data, enam kecamatan di Banjar dipetakan sebagai wilayah paling rawan karhutla, yakni Kecamatan Martapura Barat, Sungai Tabuk, Beruntung Baru, Gambut, Cintapuri Darussalam, serta Karangintan. “Wilayah-wilayah tersebut sangat rentan memunculkan titik panas (hotspot) saat musim kemarau,” kata Sekda Banjar, Yudi Andrea.
Memang, strategi tahun ini lebih difokuskan pada upaya pencegahan agar kebakaran tidak sempat meluas. Sebagai antisipasi, disiagakan Posko Karhutla untuk memperkuat pengendalian di lapangan oleh BPBD Kabupaten Banjar. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan tiga posko itu pertama di Kantor BPBD, kedua di Martapura Barat, dan Posko ketiga di Cintapuri Darussalam.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kebakaran lahan bondong di Gunungraja ini menjadi pengingat akan pentingnya upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi karhutla. Dengan adanya posko karhutla dan upaya pencegahan yang lebih difokuskan, diharapkan kejadian kebakaran dapat diminimalisir dan tidak meluas. Masyarakat juga diharapkan untuk terus waspada dan berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla.
Gunungraja dan sekitarnya masih harus waspada terhadap ancaman karhutla. Dengan kerja sama dan kesiapsiagaan yang baik, diharapkan kejadian kebakaran dapat diatasi dan tidak berdampak besar pada lingkungan dan masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1367572/gunungraja-tanahlaut-membara-api-membakar-hamparan-lahan-bondong, without altering the facts of the original article.