Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara daring telah resmi ditutup, namun masih ada 20 SMP Negeri di Banjarmasin yang kekurangan peserta didik baru. Sekolah-sekolah tersebut antara lain SMPN 10, SMPN 12, SMPN 13, SMPN 14, SMPN 16, SMPN 17, SMPN 18, SMPN 20, SMPN 21, SMPN 22, SMPN 23, SMPN 25, SMPN 26, SMPN 27, SMPN 28, SMPN 29, SMPN 32, SMPN 33, SMPN 34, dan SMPN 35. Dinas Pendidikan Banjarmasin pun membuka pendaftaran secara offline untuk mengisi kuota yang belum terpenuhi.
Kekurangan Siswa di Sekolah Negeri
Pengawas Gugus Mulawarman Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Rasmila, membenarkan bahwa mayoritas sekolah di wilayah pengawasannya mengalami persoalan serupa. Menurutnya, pemicunya mulai dari lokasi sekolah yang saling berdekatan, berkurangnya jumlah anak usia sekolah, hingga belum meratanya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme SPMB berbasis online. Akibatnya, ada jalur yang kelebihan pendaftar, sementara di jalur lain justru kosong sehingga kuota sekolah tidak terpenuhi.
Rasmila menambahkan bahwa Disdik membuka pendaftaran secara offline hingga awal Juli sebagai upaya mengejar kuota yang belum terisi. Salah satu SMP yang belum terpenuhi kuotanya yakni SMPN 20 Banjarmasin. Sekolah ini masih kekurangan 10 siswa untuk memenuhi daya tampung maksimal kelas.
Penyebab Kekurangan Siswa
Kepala SMPN 20 Banjarmasin, Oejiono, menegaskan bahwa sekolah mereka tidak minim pendaftar, bahkan banyak calon siswa baru di beberapa jalur pendaftaran. Namun, dari total kuota keseluruhan yang disediakan sebanyak 192 orang, SMPN 20 Banjarmasin tercatat baru meloloskan 182 calon siswa baru. Kekosongan 10 kursi terjadi pada jalur mutasi (perpindahan tugas orang tua/wali) yang tercatat sama sekali tidak memiliki peminat alias nol pendaftar.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kekurangan siswa di sekolah negeri ini dapat berdampak pada efisiensi penggunaan sumber daya sekolah. Selain itu, hal ini juga dapat mempengaruhi kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Banjarmasin perlu melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap mekanisme SPMB untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap sekolah-sekolah yang kekurangan siswa.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dinas Pendidikan Banjarmasin masih harus menempuh jalan panjang untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap sekolah-sekolah yang kekurangan siswa. Dengan membuka pendaftaran secara offline, diharapkan dapat meningkatkan jumlah siswa yang mendaftar di sekolah-sekolah tersebut. Selain itu, Dinas Pendidikan juga perlu melakukan sosialisasi dan promosi terhadap sekolah-sekolah yang kekurangan siswa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan di sekolah-sekolah tersebut.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1367571/20-smp-negeri-di-banjarmasin-kekurangan-siswa-baru-disdik-bolehkan-buka-pendaftaran-offline, without altering the facts of the original article.