Berita Hari Ini – 28 April 2026 | PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan kesiapan pasokan bahan bakar avtur untuk mendukung operasional ibadah haji tahun 2026 di dua wilayah strategis, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Total volume yang dipersiapkan mencapai 9.614 kilo‑liter (KL), yang menjadi bagian penting dari lebih dari 80 ribu KL avtur yang akan didistribusikan secara nasional untuk 14 embarkasi haji.
Avtur Haji 2026 Siap Mengaliri Bandara Jawa Tengah dan DIY
Distribusi avtur di wilayah Jawa Tengah dan DIY dibagi antara dua bandara utama. Bandara Adi Soemarmo, Solo, diperkirakan membutuhkan sekitar 6.000 KL, sementara Yogyakarta International Airport (YIA) yang baru menjadi embarkasi haji tahun ini, menyiapkan pasokan sebesar 3.614 KL. Kedua angka tersebut mencerminkan penyesuaian volume akibat perubahan jumlah kloter haji.
Penurunan kebutuhan di Bandara Adi Soemarmo sebesar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya disebabkan oleh berkurangnya jumlah kloter, dari 188 kloter pada 2025 menjadi 160 kloter pada 2026. Sebaliknya, YIA akan melayani 52 kloter, menjadikannya titik masuk baru bagi jemaah haji yang berangkat dari wilayah selatan Jawa.
- Bandara Adi Soemarmo (Solo): 6.000 KL avtur, penurunan 16% karena berkurangnya kloter.
- Yogyakarta International Airport: 3.614 KL avtur, melayani 52 kloter haji.
Pengaturan pasokan ini dilakukan dalam dua fase operasional haji 2026. Fase I berlangsung dari 22 April hingga 21 Mei, sedangkan fase II dimulai pada 1 Juni hingga 30 Juni. Kedua fase dijamin kelancaran suplai avtur oleh sistem rantai pasok terintegrasi Pertamina, mulai dari hulu produksi hingga hilir distribusi di lapangan.
Digitalisasi PADMA Tingkatkan Transparansi dan Efisiensi
Salah satu inovasi penting yang dihadirkan Pertamina Patra Niaga adalah platform digital Pertamina Aviation Fuel Delivery Management (PADMA). Sistem ini memungkinkan pemantauan real‑time terhadap setiap pengisian avtur, termasuk validasi transaksi, status pengiriman, dan riwayat distribusi. Dengan PADMA, maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia dan Saudia dapat mengakses data akurat mengenai ketersediaan bahan bakar, sehingga mengurangi risiko keterlambatan atau kekurangan pasokan.
“Implementasi PADMA meningkatkan transparansi, efisiensi, serta traceability distribusi avtur, sekaligus memperkuat prinsip Good Corporate Governance dan akuntabilitas layanan,” ujar Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relation, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Pertamina untuk mengoptimalkan teknologi dalam rangka mendukung layanan publik yang kritis.
Keandalan suplai avtur tidak hanya berpengaruh pada kelancaran operasional penerbangan haji, tetapi juga pada keselamatan penumpang. Avtur yang berkualitas tinggi dan terdistribusi tepat waktu memastikan mesin pesawat beroperasi pada performa optimal, mengurangi potensi insiden teknis selama perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
Strategi Rantai Pasok Terintegrasi
Sistem rantai pasok yang terintegrasi mencakup tiga tahapan utama: produksi di kilang, penyimpanan di terminal avtur regional, dan distribusi ke bandara melalui armada tanker khusus. Setiap tahapan dilengkapi dengan prosedur kontrol mutu yang ketat, sehingga avtur yang sampai ke pesawat tetap memenuhi standar internasional.
Selain itu, Pertamina berkoordinasi erat dengan otoritas penerbangan sipil, operator bandara, serta pihak maskapai untuk menyelaraskan jadwal penerbangan dengan ketersediaan bahan bakar. Sinergi ini memungkinkan penyesuaian cepat bila terjadi perubahan jumlah kloter atau kondisi cuaca yang mempengaruhi jadwal penerbangan.
Secara keseluruhan, persiapan Avtur Haji 2026 di Jawa Tengah dan DIY menunjukkan sinergi antara kebijakan energi nasional, inovasi digital, dan layanan publik. Dengan volume 9.614 KL yang teralokasi secara tepat, serta dukungan sistem PADMA yang canggih, diharapkan seluruh jemaah haji dapat melakukan perjalanan dengan aman, tepat waktu, dan nyaman.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran strategis Pertamina dalam memastikan kelancaran ibadah haji, sebuah momen penting bagi jutaan umat Islam di Indonesia.