21 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
DLH Makassar ungkap 55 persen sampah masuk TPA jenis organik. Ternyata, ada manfaat besar jika sampah organik dikelola dengan baik, apa saja?

DLH Makassar mengungkapkan bahwa sebanyak 55 persen sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan jenis organik. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Makassar masih dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Menurutnya, masyarakat tidak lagi cukup hanya membuang sampah ke tempat penampungan.

Apa yang Terjadi dengan Sampah Organik di Makassar?

Data yang diperoleh menunjukkan bahwa TPA Makassar menerima sekitar 55 persen sampah organik. Jumlah ini cukup tinggi dan menunjukkan bahwa masih banyak potensi untuk mengolah sampah organik menjadi produk yang berguna. Sampah organik adalah jenis sampah yang dapat dengan mudah diuraikan oleh alam, seperti sisa makanan, daun, dan ranting.

🔖 Baca juga:
Bedeng 2 Are di Pecatu Ludes Terbakar, Kerugian Rp50 Juta, Pekerja Teriak Histeris Lihat Asap

Mengapa Sampah Organik Perlu Diolah?

Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, biogas, atau pupuk organik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Dengan mengolah sampah organik, kita dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA dan mengurangi dampak lingkungan yang negatif. Selain itu, pengolahan sampah organik juga dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan mengetahui bahwa 55 persen sampah yang masuk ke TPA Makassar adalah jenis organik, maka pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk meningkatkan pengolahan sampah organik. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengolah sampah organik dan menyediakan fasilitas pengolahan sampah yang memadai. Dengan demikian, kita dapat mengurangi dampak lingkungan yang negatif dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

🔖 Baca juga:
Mutasi Besar-besaran Polda Kalbar 2026: Kapolres Sintang, Sambas, Sanggau, dan Kubu Raya Berganti

Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya pengolahan sampah organik. Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita dapat mencapai tujuan untuk mengurangi dampak lingkungan yang negatif dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/makassar/1843378/55-persen-sampah-masuk-tpa-jenis-organik-dlh-makassar-kelola-sampah-sendiri-banyak-manfaatnya, without altering the facts of the original article.

🔖 Baca juga:
BMKG Keluarkan Peringatan Darurat Gelombang Tinggi Sampai 4 Meter di Perairan Lampung, Warga Diminta Waspada Bahaya Pantai

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *