Miliarder asal AS Bryan Johnson mengidap autoimun, sebuah kondisi di mana sistem kekebalan tubuhnya menyerang sel-sel sehat di lapisan lambung. Johnson, yang dikenal sebagai seorang pengusaha teknologi dengan obsesi memiliki umur panjang, mengaku bahwa penyakit ini telah mengubah hidupnya. Ia bahkan berharap bisa hidup hingga tahun 2140.
Apa yang Terjadi?
Bryan Johnson, seorang miliarder asal AS, mengaku mengidap penyakit gastritis autoimun (AIG) setelah melakukan pemeriksaan pada Mei lalu. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Johnson memiliki kondisi peradangan kronis pada lapisan lambung, di mana antibodi tubuhnya menyerang sel-sel sehat penghasil asam yang membentuk lapisan lambung.
Johnson mengaku memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat saat kecil, seperti mengonsumsi sereal manis, minuman bersoda, dan makanan cepat saji. Setelah membangun bisnisnya, ia mengalami stres yang berkepanjangan dan terjerumus ke dalam depresi kronis yang parah. Ia percaya bahwa gaya hidupnya yang tidak sehat dan stres telah memicu kondisi autoimunnya.
Mengapa dan Dampak
Penyakit autoimun seperti gastritis autoimun dapat memiliki dampak yang signifikan pada kualitas hidup seseorang. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti nyeri ulu hati, kembung, dan cepat merasa kenyang. Jika tidak diobati dengan tepat, gastritis autoimun dapat menyebabkan kelelahan, sesak napas, perubahan sensosik, masalah keseimbangan, dan kecemasan.
Johnson berencana menggunakan teknologi untuk menemukan cara menyembuhkan penyakitnya. Ia ingin merancang antibodi dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) untuk menargetkan sel-sel kekebalan yang menyerang lapisan lambungnya. Namun, beberapa dokter dan ahli kesehatan lainnya skeptis tentang ambisi Johnson untuk terus sehat secara paripurna. Mereka khawatir bahwa pengejaran kesehatan sempurna yang tiada henti dapat memicu stres kronis.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Johnson berkeukeuh untuk terus mendokumentasikan setiap upayanya untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Ia berharap bahwa dengan menggunakan teknologi dan AI, ia dapat menemukan cara efektif untuk mengobati gastritis autoimunnya. Meskipun beberapa orang skeptis tentang ambisinya, Johnson tetap yakin bahwa ia dapat mencapai tujuannya.
Kasus Johnson menunjukkan bahwa penyakit autoimun dapat mempengaruhi siapa saja, tidak peduli berapa banyak uang atau sumber daya yang mereka miliki. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan penelitian tentang penyakit autoimun, serta mencari cara efektif untuk mengobatinya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260707070547-255-1377668/miliarder-as-bryan-johnson-idap-autoimun-ambisi-sembuhkan-lewat-ai, without altering the facts of the original article.