Pemerintah Kota Cirebon masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 745 miliar pada tahun ini. Pasalnya, capaian PAD hingga pertengahan tahun ini masih perlu ditingkatkan agar target yang telah ditetapkan dalam APBD 2026 dapat tercapai. Berdasarkan data yang ada, rata-rata penerimaan PAD yang masuk setiap bulan masih berada di bawah angka yang dibutuhkan untuk memenuhi target pendapatan daerah tahun ini.
Kondisi Terkini PAD Kota Cirebon
Menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon, M Arif Kurniawan, rata-rata penerimaan PAD yang masuk setiap bulan seharusnya mencapai sekitar Rp 37,8 miliar. Namun demikian, hingga pertengahan tahun ini rata-rata penerimaan PAD baru berada di kisaran Rp 22,5 miliar per bulan. Dengan kondisi tersebut, masih terdapat selisih sekitar Rp 15 miliar per bulan yang harus dikejar agar target akhir tahun dapat terpenuhi.
Arif mengakui bahwa capaian PAD saat ini masih perlu ditingkatkan agar target yang telah ditetapkan dalam APBD 2026 dapat tercapai. “Rata-rata penerimaan yang masuk saat ini masih sekitar Rp 22,5 miliar per bulan, sehingga masih ada kekurangan sekitar Rp 15 miliar setiap bulan yang harus dikejar,” ucapnya.
Sektor Pajak Daerah Masih Menjadi Tulang Punggung
Dari data yang ada, sektor pajak daerah masih menjadi penyumbang terbesar PAD. Hingga Mei 2026, realisasi penerimaan pajak daerah tercatat mencapai Rp 131,24 miliar dari target Rp 192 miliar. Sementara itu, penerimaan dari sektor retribusi daerah baru terealisasi sebesar Rp 72,87 miliar dari target Rp 347,15 miliar. Untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, realisasinya mencapai Rp 3 miliar dari target Rp 14 miliar. Sedangkan penerimaan dari lain-lain PAD yang sah baru mencapai Rp 2 miliar dari target Rp 27 miliar.
Mengapa Target PAD Masih Jauh?
Arif mengatakan bahwa pajak daerah masih menjadi tulang punggung pendapatan daerah sehingga berbagai upaya optimalisasi terus dilakukan untuk meningkatkan penerimaan dari sektor tersebut. “Sektor pajak daerah masih menjadi kontributor utama PAD Kota Cirebon, sehingga optimalisasi penerimaan terus kami lakukan,” jelas dia.
Dengan kondisi terkini, maka upaya optimalisasi penerimaan pajak daerah menjadi sangat penting. Pemerintah Kota Cirebon harus melakukan berbagai cara untuk meningkatkan penerimaan PAD, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, melakukan penagihan pajak yang efektif, dan memberikan sanksi bagi wajib pajak yang tidak patuh.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kondisi ini tentunya memiliki dampak besar bagi pemerintah daerah. Jika target PAD tidak tercapai, maka pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian anggaran untuk kegiatan lainnya. Hal ini tentunya akan berdampak pada pelayanan publik dan pembangunan di Kota Cirebon.
Selain itu, capaian PAD yang rendah juga dapat mempengaruhi kemampuan pemerintah daerah untuk melakukan investasi dan pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus melakukan upaya serius untuk meningkatkan penerimaan PAD dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah Kota Cirebon masih memiliki jalan panjang untuk mencapai target PAD sebesar Rp 745 miliar pada tahun ini. Dengan sisa waktu yang ada, pemerintah daerah harus melakukan upaya serius untuk meningkatkan penerimaan PAD dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Dengan kerja sama dan upaya yang maksimal, diharapkan pemerintah daerah dapat mencapai target PAD dan meningkatkan kemampuan pelayanan publik dan pembangunan di Kota Cirebon.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1177778/target-rp-745-miliar-baru-cair-seperempat-pemkot-cirebon-kejar-setoran-pad-rp-15-miliar-per-bulan, without altering the facts of the original article.