Berita Hari Ini – 29 April 2026 | Ketika malam mulai larut, sebagian orang masih bersantai di depan televisi. Di sudut lain kota Jakarta, seorang chef MBG sedang menyiapkan dapur untuk memproduksi ribuan porsi makanan sekolah. Muhamad As’ad, yang sekaligus menjadi driver ojek online, mengaku memulai proses memasak dari pukul 12.00 wib hingga pukul 9.00 pagi keesokan harinya, lalu melanjutkan layanan ojol hingga pukul 8.00 malam. Hanya empat jam tidur menjadi jeda singkat di antara dua dunia yang menuntut stamina luar biasa.
Rutinitas Pagi hingga Malam yang Padat
Setiap hari, bahan mentah diantar oleh supplier pada pukul 22.00. As’ad bersama tujuh rekan chef lainnya langsung menyiapkan bahan baku, memprioritaskan protein seperti daging ayam atau ikan yang dikirim terakhir pada pukul 23.00 agar tetap segar. Proses pengolahan dimulai tepat tengah malam, dengan urutan: protein dahulu, karbohidrat, lalu sayuran yang dimasak paling akhir sekitar pukul 03.30. Menurut As’ad, sayuran seperti taoge tidak dapat bertahan lama bila dipanaskan terlalu lama, sehingga dimasak pada tahap akhir untuk menjaga nilai gizinya.
Kualifikasi dan Sertifikasi Chef MBG
Karier As’ad dimulai sebagai koki di sebuah restoran di Bali selama sembilan tahun. Karena harus merawat orang tua di Jakarta, ia kembali ke kampung halaman dan bekerja di Gohan‑Ku selama satu setengah tahun sebelum melamar menjadi chef MBG. Persyaratan MBG menuntut sertifikasi chef yang ia peroleh selama bertugas di Bali, meski pada awalnya ia belajar otodidak dari buku tebal tentang teknik memegang pisau. “Jika tidak bersertifikat, tidak akan diterima di dapur MBG,” ujar As’ad.
Tantangan Logistik dan Standar Gizi
Setiap hari, dapur MBG SPPG Cipete Utara harus menyiapkan 3.800 porsi makanan untuk 14 sekolah. Menu berubah setiap hari dan harus disetujui oleh ahli gizi yang memantau setiap tahap produksi. Berikut contoh komposisi harian yang disiapkan:
- Protein: ayam panggang, ikan kembung, tahu/tempe.
- Karb: nasi merah, ubi, kentang.
- Sayur: brokoli, wortel, taoge.
- Buah: pisang, pepaya, apel.
- Susu: susu cair rendah lemak untuk kalsium.
Setiap komponen dipilih untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral anak sekolah. Air bersih juga menjadi perhatian khusus; bak air yang baru dicuci harus didiamkan dulu agar tidak menimbulkan risiko keracunan.
Motivasi, Kesehatan, dan Semangat
Meskipun jadwalnya menantang, As’ad tidak mengeluh. Ia mengonsumsi satu tablet vitamin setiap hari untuk menjaga kebugaran. “Saya harus tetap kuat supaya tidak sakit dan bisa terus membantu anak-anak mendapatkan makanan bergizi,” katanya. Semangatnya juga tercermin dalam interaksi dengan para pengemudi ojol lain yang sering menjemputnya. Bagi As’ad, menjadi driver ojol bukan sekadar mencari uang tambahan, melainkan cara untuk menambah jaringan sosial dan mengoptimalkan waktu luang antara shift dapur.
Pengalaman As’ad menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas, disiplin, dan rasa tanggung jawab dapat menyatukan dua profesi yang tampaknya tak berhubungan. Dari dapur hingga jalan raya, ia tetap berkomitmen menyajikan makanan bergizi bagi ribuan anak sekolah sekaligus mengantarkan penumpang dengan aman.
Dengan pola kerja yang ekstrem, As’ad menegaskan pentingnya manajemen waktu, dukungan keluarga, dan kebiasaan hidup sehat. Ia berharap cerita ini dapat menginspirasi lebih banyak tenaga kerja di sektor kuliner sosial untuk mengatasi tantangan serupa, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gizi dalam pendidikan anak bangsa.