22 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Cristiano Ronaldo menitikkan air mata usai Portugal gagal melaju ke babak berikutnya Piala Dunia 2026. Akankah kegagalan ini menjadi akhir dari karier gemilang Ronaldo?

Momen Penentu di Menit Akhir

Ronaldo telah mencetak rekor 976 gol untuk klub dan tim nasional. Dia juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia. Namun, pencapaian terbaiknya di turnamen ini terjadi pada debutnya pada 2006, ketika Portugal mencapai babak semifinal. Sebelumnya, Ronaldo telah mengumumkan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terakhirnya. Namun, ketika ditanya apakah dia akan terus membela tim nasional, dia menjawab, “Saya akan bertemu keluarga dan mengambil keputusan dengan kepala dingin.”

🔖 Baca juga:
Aksi Suporter Timnas Meksiko Bikin Heboh

Apa yang Terjadi

Perdebatan mengenai apakah Portugal akan memiliki peluang lebih besar untuk menjuarai Piala Dunia tanpa tekanan untuk terus memainkan Ronaldo—yang kini membela Al-Nassr—sejak menit awal di setiap laga kemungkinan akan terus berlanjut. Namun, tidak demikian bagi pundit BBC dan mantan penyerang Inggris, Chris Sutton, yang menyaksikan pertandingan tersebut langsung di Texas untuk BBC Radio 5 Live. “Dia berjalan terseok-seok di lapangan seperti seorang kakek. Itulah alasan Portugal tersingkir,” kata Sutton. “Cristiano Ronaldo tidak melakukan apa-apa; benar-benar tidak memberikan kontribusi. “Apa yang sebenarnya dilakukan Roberto Martinez? Bagaimana mungkin Anda terus mengakomodasi satu pemain sedemikian besar? “Portugal tersingkir karena Roberto Martinez.”

Momen Penentu di Menit Akhir

Tak lama setelah peluit akhir berbunyi, Martinez mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan posisinya sebagai pelatih Portugal. Meski demikian, ia tetap memberikan pujian kepada Ronaldo, yang disebutnya sebagai “ikon sepak bola”. “Kita perlu berterima kasih atas apa yang ia coba lakukan di Piala Dunia ini,” kata Martinez. “Mimpinya adalah memenangi Piala Dunia, dan ia mengejarnya dengan memberikan teladan yang luar biasa. “Ia adalah contoh sempurna tentang sepak bola, sekaligus sosok manusia di balik atlet hebat tersebut.”

🔖 Baca juga:
Peran Unik Bek Sayap dalam Sistem Tanpa Sayap Murni.

Mengapa & Dampak

Salah satu tema yang terus mengemuka dalam beberapa turnamen besar terakhir adalah pertanyaan perihal apakah Cristiano Ronaldo masih layak menjadi pemain inti. Ronaldo telah mencetak 146 gol untuk tim nasional Portugal, sebuah rekor dalam sepak bola internasional putra. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pengamat menilai kontribusinya di lapangan tidak lagi sebesar sebelumnya. Dengan ketenaran dan status yang melampaui sepak bola itu sendiri, Martinez tampaknya enggan mencadangkan sang kapten. Padahal, Portugal diperkuat sejumlah pemain yang dianggap sebagai bek dan gelandang terbaik di dunia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan komposisi skuad seperti itu, mereka tentu berharap bisa melangkah lebih jauh daripada hanya mencapai babak 16 besar. Empat pemain dalam skuad Portugal turut berperan dalam keberhasilan Paris Saint-Germain memenangi dua gelar Liga Champions terakhir, yakni bek kiri Nuno Mendes, gelandang Vitinha dan Joao Neves, serta penyerang Goncalo Ramos, yang bergabung dengan AC Milan pada musim panas ini. Sementara itu, gelandang Manchester United Bruno Fernandes terpilih sebagai pemain terbaik Liga Primer Inggris musim ini. “Bagaimana mungkin Goncalo Ramos tidak dimainkan?” kata Sutton. “Ini benar-benar memalukan dari sisi pelatih, yang hanya terus mengakomodasi pemain bintangnya. “Ronaldo adalah pemain paling berprestasi yang pernah dimiliki Portugal, tetapi pelatih harus mampu mengambil keputusan yang lebih tegas.”

🔖 Baca juga:
Moto3 Ceko 2026: Hakim Danish Juara, Veda Pratama Finis Kelima

Penutup

Ronaldo mengakhiri turnamen dengan tiga gol, yakni dua gol saat menghadapi Uzbekistan dan satu gol lewat tendangan penalti ke gawang Kroasia. Namun, meski ada 10 pemain yang mencetak gol lebih banyak darinya, hanya empat pemain yang memiliki kontribusi lebih besar dalam skuad Portugal. Dengan demikian, perjalanan panjang yang masih harus ditempuh oleh Portugal untuk menjadi juara Piala Dunia masih akan terus berlanjut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cwydl5p4y1ko?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *