1 Juni 2026
Jusuf Kalla Ditemui Ormas Islam: Strategi Hukum atas Video Ceramah UGM yang Dipotong

Jusuf Kalla Ditemui Ormas Islam: Strategi Hukum atas Video Ceramah UGM yang Dipotong

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Berita Hari Ini – 30 April 2026 | Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, pada Selasa, 28 April 2026, bertemu dengan puluhan pimpinan organisasi massa (ormas) Islam di sebuah hotel di Jakarta Selatan. Pertemuan ini diadakan untuk membahas polemik seputar potongan video ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang beredar luas di media sosial, serta langkah-langkah hukum yang akan ditempuh untuk melindungi nama baik serta menjaga kerukunan beragama.

Latar Belakang Polemik Video Ceramah

Beberapa hari sebelum pertemuan, sebuah klip singkat dari ceramah JK di Masjid Kampus UGM diubah menjadi narasi yang menuduhnya melakukan penistaan agama. Potongan tersebut menampilkan JK seolah‑olah membenarkan penggunaan dalil agama untuk kekerasan, padahal dalam keseluruhan ceramah ia menyerukan damai dan mengingatkan agar konflik masa lalu, seperti di Poso, tidak terulang kembali. Mahfud Mahdi, mantan Menko Polhukam, menyebut fenomena ini sebagai “mutilasi berita” dan menegaskan bahwa penyebaran video terpotong berisiko menimbulkan konflik horizontal.

🔖 Baca juga:
Hujan Lebat Sore Ini Membasahi Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan, Suhu Turun Hingga Malam

Agenda Pertemuan dengan Ormas Islam

Di dalam ruangan, tokoh-tokoh utama organisasi Islam, termasuk Din Syamsuddin selaku Ketua Umum PBNU, serta perwakilan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan ormas-ormas lain, menyampaikan rasa tidak nyaman atas narasi yang melibatkan mereka secara tidak adil. Din Syamsuddin mencatat bahwa selama ini yang paling vokal membela JK adalah tokoh‑tokoh Kristiani, sehingga ormas Islam merasa perlu bersilaturahim langsung.

  • Lebih dari 40 tokoh dan pimpinan ormas Islam hadir, menunjukkan kepedulian kolektif terhadap isu.
  • Semua peserta sepakat bahwa tuduhan penistaan agama terhadap JK merupakan fitnah provokatif yang dapat menggerogoti persatuan.
  • Ormas menegaskan dukungan penuh terhadap JK, sekaligus menyiapkan langkah hukum terhadap penyebar video.

Langkah Hukum dan Tindakan Penanggulangan

JK menyatakan, bersama tim hukumnya, akan melaporkan para pengunggah video dan komentar bermuatan hasutan ke pihak kepolisian. Mahfud MD mendukung langkah tersebut, menilai bahwa efek jera diperlukan untuk mencegah penyebaran kembali konten yang memecah belah. Ia menambahkan bahwa kebebasan politik tidak boleh melampaui batas ketika menyentuh nilai‑nilai agama yang sensitif.

Tim hukum JK berencana mengajukan tuntutan pidana atas penyebaran konten yang menyesatkan, dengan dasar Undang‑Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang‑Undang Penghinaan Agama. Selain itu, ormas Islam akan mengajukan laporan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk menilai dampak sosial dari video tersebut.

🔖 Baca juga:
Jejak Putin di Gurun Mali: Bagaimana ‘Africa Corps’ Merebut Kidal dan Mengubah Geopolitik Afrika

Reaksi Masyarakat dan Media Sosial

Sejak video dipotong beredar, komentar di media sosial terbagi antara yang memihak pada JK dan yang mempercayai narasi negatif. Beberapa netizen menuntut klarifikasi resmi, sementara yang lain menuduh ormas Islam berusaha menutup kebebasan berpendapat. Mahfud MD menekankan bahwa dialog lintas agama harus menjadi landasan utama, bukan manipulasi konten yang menimbulkan kebingungan.

Para pemimpin ormas menegaskan pentingnya edukasi publik mengenai konteks lengkap ceramah. Mereka menyarankan agar lembaga pendidikan, khususnya UGM, mempublikasikan kembali video utuh beserta transkripnya, sehingga masyarakat dapat menilai sendiri pesan damai yang disampaikan JK.

Dalam pernyataannya, JK menekankan bahwa tujuan utama ceramah tersebut adalah mengajak seluruh umat beragama Indonesia untuk menolak kekerasan berbasis agama dan meneladani nilai‑nilai kebersamaan. Ia menambahkan, “Kami tidak akan tinggal diam ketika nama baik bangsa dan persatuan umat dipertaruhkan oleh pihak‑pihak yang tidak bertanggung jawab.”

🔖 Baca juga:
Borneo FC Tancap Puncak, Persib Bandung Gigit Jarak: Drama Liga 1 Makin Memanas

Secara keseluruhan, pertemuan ini mencerminkan upaya kolaboratif antara tokoh politik dan ormas Islam untuk menanggulangi disinformasi, melindungi kerukunan, serta menegakkan keadilan hukum. Langkah-langkah yang diambil diharapkan dapat menjadi contoh bagi penanganan kasus serupa di masa depan, sekaligus memperkuat komitmen bersama atas prinsip persatuan dalam keberagaman.

Views: 4

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *