Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?
KompetitifGubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan alasan mengapa Jembatan Sungai Maros lebih cepat dikerjakan dibandingkan dengan Jembatan Barombong. Kedua jembatan ini merupakan titik kemacetan di kawasan Makassar, Maros, dan Gowa. Menurut gubernur, pelebaran Jembatan Sungai Maros dipilih karena hasil kajian menunjukkan proyek sudah memenuhi syarat teknis untuk menghilangkan bottleneck atau penyempitan arus lalu lintas yang selama ini memicu kemacetan di depan Pasar Sentral Maros.
Fokus pada Jembatan Sungai Maros
Jembatan Sungai Maros berada di kawasan Pasar Sentral Maros dan menghubungkan antara Makassar dan Pangkep. Akses ini merupakan salah satu jalur utama yang digunakan oleh warga Makassar dan sekitarnya. Saat ini, ruas jalan menuju jembatan telah memiliki empat lajur, sedangkan badan jembatan masih dua lajur. Setelah kendaraan melintasi jembatan, ruas jalan kembali menjadi empat lajur sehingga terjadi penyempitan di titik jembatan.
“Kondisinya sekarang empat lajur, masuk ke jembatan menjadi dua lajur, kemudian kembali empat lajur. Di situlah kendaraan menumpuk,” ujar Andi Sudirman Sulaiman saat rapat paripurna DPRD Maros dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Maros di Gedung DPRD Maros, Kecamatan Turikale, Maros, Sulsel, Selasa (7/7/2026).
Perencanaan Jembatan yang Tepat
Untuk mengatasi masalah kemacetan ini, gubernur mengatakan bahwa pelebaran Jembatan Sungai Maros akan dilakukan dengan konsep empat-empat-empat, yaitu empat lajur sebelum jembatan, empat lajur di jembatan, dan empat lajur setelahnya. “Sehingga yang dibangun adalah konsep empat-empat-empat, empat lajur sebelum jembatan, empat lajur di jembatan, dan empat lajur setelahnya,” kata gubernur.
Mengapa Jembatan Barombong Belum Diperlebar?
Namun, kondisi berbeda terjadi di Jembatan Barombong, jembatan penghubung Makassar dengan Kabupaten Gowa dan Takalar. Meskipun menjadi salah satu titik kemacetan di kawasan Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar), pelebaran jembatan belum bisa dilakukan karena ruas jalan penghubung di kedua sisi belum mendukung.
“Barombong masih dikaji. Kalau jembatannya dilebarkan sekarang, hasilnya belum menyelesaikan masalah karena ruas jalannya belum sama. Yang dibutuhkan adalah perencanaan menyeluruh agar nantinya menjadi empat lajur dari awal sampai akhir,” ujarnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Pelebaran Jembatan Sungai Maros diharapkan dapat mengurangi kemacetan di kawasan Pasar Sentral Maros dan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas. Selain itu, perencanaan yang tepat untuk Jembatan Barombong juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah kemacetan di kawasan Mamminasata.
Jalan panjang masih harus ditempuh untuk menyelesaikan masalah kemacetan di kawasan Makassar dan sekitarnya. Namun, dengan perencanaan yang tepat dan pelaksanaan yang efektif, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga Makassar dan sekitarnya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/makassar/1843602/sama-sama-bikin-macet-gubernur-ungkap-kenapa-jembatan-maros-lebih-cepat-dikerja-dibanding-barombong, without altering the facts of the original article.