27 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Okupansi hotel di Bali meningkat drastis hingga 80 persen menurut PHRI. Simak bagaimana lonjakan kunjungan wisatawan berdampak pada industri perhotelan di Bali!

Industri perhotelan di Bali menunjukkan kinerja yang impresif dengan lonjakan okupansi hotel yang mencapai 80 persen selama libur sekolah tahun ini. Sekretaris Jenderal Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menyatakan bahwa libur sekolah tahun ini diperkirakan mampu mendorong pendapatan dan tingkat okupansi hotel lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Faktor Pendorong Okupansi Hotel

Menurut PHRI, terdapat sejumlah faktor yang menopang kenaikan okupansi hotel pada musim liburan kali ini, meskipun daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Salah satu pendorongnya adalah pelemahan nilai tukar rupiah yang membuat sebagian masyarakat memilih berwisata di dalam negeri daripada ke luar negeri. “Kami melihatnya, adanya pengaruh kurs rupiah yang tertekan dengan mata uang asing, membuat banyak orang lebih memilih berwisata di Indonesia saja. Jadi, pergerakan pada periode libur sekolah kali ini banyak terjadi antarlintas provinsi saja,” terang Maulana.

🔖 Baca juga:
Subsidi Energi Membengkak 208 Persen, Kemenkeu Ungkap Proyeksi

Selain itu, tingginya harga tiket pesawat tidak serta-merta mengurangi minat masyarakat untuk bepergian. PHRI melihat wisatawan domestik tetap melakukan perjalanan, terutama ke destinasi yang dapat dijangkau melalui jalur darat. “Kalau di Pulau Jawa kan infrastrukturnya bagus, jadi pilihan transportasi daratnya banyak. Di Sumatra pun, dari Pulau Jawa ke Sumatra juga masih ada alternatif jalur darat,” ungkap Maulana.

Dampak Okupansi Hotel yang Membaik

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyatakan bahwa okupansi hotel yang membaik menjadi sinyal positif bagi ekosistem pariwisata karena berhubungan langsung dengan pergerakan wisatawan, pendapatan pelaku usaha, penyerapan tenaga kerja, serta aktivitas ekonomi pendukung di destinasi. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata (Kemenpar) hingga Mei 2026, angka pergerakan wisatawan melonjak tajam. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) secara kumulatif sukses menembus 6,07 juta. Sedangkan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) melesat hingga 523,22 juta perjalanan.

🔖 Baca juga:
Bank Kalsel Umumkan Penyesuaian Biaya Rekening Dormant, Berlaku Mulai 10 Juli 2026

Meningkatnya Okupansi Hotel dan Dampaknya ke Depan

Maulana menilai tingkat okupansi hotel yang mencapai 70 persen hingga 80 persen selama libur sekolah merupakan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode normal yang hanya berada di kisaran 40 persen hingga 50 persen. Ia menjelaskan, rendahnya okupansi pada hari-hari biasa masih dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak pada berkurangnya kegiatan pertemuan di hotel. “Jadi kalau kondisi sekarang, kita tidak bisa memungkiri bahwa market terbesar dari hotel itu adalah korporasi khususnya dari pemerintah. Kontribusinya cukup besar terhadap revenue, bisa mencapai 60 persen sampai 80 persen,” ujar Maulana.

Untuk memanfaatkan momentum liburan, pelaku usaha perhotelan telah menerapkan berbagai strategi, termasuk menghadirkan fasilitas dan layanan tambahan guna menarik lebih banyak tamu. Namun, menurut Maulana, peningkatan okupansi tahun ini lebih banyak didorong oleh meningkatnya daya tarik destinasi wisata. “Peningkatan lebih didorong oleh daya tarik destinasinya dulu. Itu yang terbesar. Karena hotel-hotel di perkotaan juga mengalami peningkatan okupansi, tidak hanya di hotel destinasi yang ada fasilitas tambahan seperti atraksi saja,” ujarnya.

🔖 Baca juga:
Menkeu Tinjau PSO Bea Cukai Kupang untuk Perkuat Pengawasan Laut dan Meningkatkan Efisiensi

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Di sisi lain, pasar korporasi dan pemerintah mulai kembali menggelar pertemuan di hotel, terutama pada kuartal II dan kuartal III 2026. Kondisi tersebut menciptakan dua sumber pendapatan bagi industri perhotelan. Wisatawan yang memanfaatkan libur sekolah berkontribusi terhadap penjualan kamar, sementara kegiatan korporasi dan pemerintah mendorong pendapatan dari penjualan makanan dan minuman (food & beverage) melalui penyelenggaraan rapat dan pertemuan. Dengan demikian, industri perhotelan diharapkan dapat terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan dampak positif bagi perekonomian.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/bali/601050/okupansi-hotel-di-bali-capai-80-persenphri-sebut-kinerja-industri-perhotelan-meningkat, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *