Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifMayjen TNI Kristomei Sianturi baru saja meraih gelar Pangeran Satria Negara dalam sebuah prosesi adat yang digelar di Lampung Utara. Penganugerahan ini menjadi simbol pengakuan masyarakat adat bahwa putra kelahiran Lampung Utara sah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat adat Lampung, khususnya Abung Siwo Migo. Gelar ini merupakan pengakuan atas prestasinya di bidang militer dan kontribusinya pada masyarakat. Kristomei Sianturi saat ini menjabat sebagai Pangdam XXI/RI.
Momen Penentu di Bidang Militer
Dalam prosesi adat tersebut, Pangdam XXI/RI menerima penyematan gelar adat sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengakuan atas pengabdian dan keterikatannya dengan tanah kelahirannya. Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si., menegaskan bahwa Angkon Muakhi bukan sekadar seremonial, melainkan ikatan moral dan tanggung jawab untuk menjaga nama baik keluarga besar adat. âBeliau adalah putra Lampung Utara yang lahir dari keberagaman. Dengan prosesi ini, beliau resmi menjadi bagian dari masyarakat adat Lampung Utara, khususnya Abung Siwo Migo,â ujar Bupati.
Kristomei Sianturi menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kepercayaan masyarakat adat Lampung. âHari ini saya merasa seutuhnya menjadi orang Lampung, khususnya orang Lampung Utara. Kotabumi adalah kota yang sangat saya cintai, tempat saya dilahirkan dan tempat orang tua saya dimakamkan,â ungkap Pangdam. Lebih jauh, ia menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan Lampung Utara agar kembali menjadi daerah yang maju dan berdaya saing.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Prosesi pengangkatan Pangdam XXI/RI sebagai warga kehormatan adat Lampung Utara diharapkan menjadi simbol kuat persatuan dalam keberagaman. Momentum ini sekaligus mempererat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dalam membangun Bumi Ragem Tunas Lampung. Tradisi adat yang hidup dan berkembang di Lampung Utara kini semakin menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Dari tanah kelahirannya, Pangdam XXI/RI membawa pesan bahwa adat bukan sekadar warisan, melainkan fondasi persatuan dan pengabdian.
Kehadiran Kristomei Sianturi sebagai bagian dari masyarakat adat Lampung Utara diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat, terutama dalam membangun daerah dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan gelar Pangeran Satria Negara, Kristomei Sianturi diharapkan dapat menjadi contoh bagi generasi muda dalam membangun daerah dan meningkatkan kualitas hidup.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lampung Utara juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi adat serta budaya lokal. âKita harus terus melestarikan tradisi adat dan budaya lokal kita, karena itu adalah identitas kita sebagai bangsa Indonesia,â ujarnya. Oleh karena itu, pengakuan terhadap Kristomei Sianturi sebagai warga kehormatan adat Lampung Utara diharapkan dapat menjadi contoh bagi pihak lain dalam menjaga dan melestarikan tradisi adat dan budaya lokal.
Kini, dengan gelar Pangeran Satria Negara, Kristomei Sianturi siap melanjutkan komitmennya untuk memajukan Lampung Utara dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia berharap dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat adat dalam membangun daerah dan meningkatkan kualitas hidup.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://medan.tribunnews.com/news/1802781/pangdam-xxiri-mayjen-tni-kristomei-sianturi-dianugerahi-gelar-pangeran-satria-negara, without altering the facts of the original article.