Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifMomen Penentu di Menit Akhir
Pada 13 April 2029, asteroid Apophis akan melintas dekat Bumi, dan sekitar 90 persen populasi dunia, atau sekitar 7,6 miliar orang, tinggal di wilayah yang secara teori bisa melihat Apophis dengan mata telanjang. Namun, keberhasilan untuk melihatnya sangat bergantung pada faktor cuaca, seperti ketebalan awan dan tingkat polusi cahaya di masing-masing lokasi. Asteroid ini tidak akan tampak seperti meteor yang menyala terang saat membelah langit.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Richard Binzel, profesor sains planet di Massachusetts Institute of Technology (MIT), mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam sejarah manusia dapat memprediksi kemunculan asteroid yang bisa dilihat langsung saat melintasi Bumi. “Ini akan menjadi momen pengalaman kolektif bagi umat manusia,” kata Binzel. Binzel memastikan bahwa asteroid raksasa ini akan melintas dengan aman, berkat pengamatan super akurat yang dilakukan selama lebih dari dua dekade. Saat pertama kali ditemukan pada 2004, kalkulasi awal menunjukkan peluang tabrakan sebesar 1 banding 37 pada tahun 2029. Namun, menurut NASA, berdasarkan pengamatan lanjutan yang terus dilakukan berhasil memperjelas jalur orbitnya, sekaligus memastikan tidak ada ancaman tabrakan pada tahun 2029 maupun selama satu abad ke depan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Para ilmuwan kini melihat fenomena ini sebagai kesempatan langka untuk mengamati bagaimana gaya gravitasi Bumi memengaruhi struktur asteroid dari jarak yang sangat dekat. Gaya gravitasi Bumi diperkirakan akan menarik asteroid tersebut ke jalur orbit baru mengelilingi Matahari tanpa menimbulkan bahaya di masa depan. Namun, selama proses transisi tersebut, gaya gravitasi yang sama berpotensi meregangkan atau menekan asteroid hingga memicu tanah longsor di permukaannya, atau bahkan menyingkap material asli yang selama ini tersembunyi di balik lapisan luarnya. Para ilmuwan berencana memantau pergerakan asteroid ini di observatorium di Kepulauan Canary, Spanyol. Lokasinya yang berada di Samudra Atlantik dinilai sangat strategis untuk mengamati titik terdekat asteroid, dan didukung oleh peluang kondisi langit yang sangat cerah.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
” Kami belum tahu pasti apa yang akan terjadi. Bisa jadi Apophis melintas begitu saja tanpa terpengaruh, atau mungkin kita akan melihat perubahan yang signifikan,” jelas Binzel. “Justru karena itulah kita harus mengamatinya. Apa pun hasilnya, kita akan belajar banyak dari fenomena ini,” tambah dia. Dengan demikian, masyarakat dunia dapat menantikan momen langka ini dan berharap bahwa penelitian yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260710150128-199-1379199/asteroid-raksasa-melintas-dekat-bumi-bisa-dilihat-76-miliar-orang, without altering the facts of the original article.