Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifDapur identik sebagai tempat menyiapkan makanan sehat. Namun tanpa disadari, peralatan dapur yang digunakan setiap hari dapat melepaskan mikroplastik. Benda dapur apa saja yang bisa tanpa sadar membuat kita ‘menelan’ plastik?
Plastik telah banyak digunakan sebagai peralatan dapur atau untuk keperluan memasak. Barangnya yang mudah didapat, ditambah lagi punya desain yang bagus membuat alat masak berbahan plastik kerap jadi pilihan. Akan tetapi, seiring pemakaian benda-benda tersebut dapat melepaskan mikroplastik beserta ribuan zat kimia yang berpotensi berpindah ke makanan, minuman, udara, air, hingga akhirnya masuk ke dalam tubuh.
Apa yang Terjadi Ketika Menggunakan Peralatan Dapur Berbahan Plastik?
Mikroplastik sendiri berukuran kurang dari 5 milimeter, bahkan sebagian berupa nanoplastik yang jauh lebih kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel ini dapat terbawa bersama makanan atau minuman. Dikutip dari Science Direct, mikroplastik, nanoplastik, atau bahan kimia lain yang terlepas dari plastik, seperti bisfenol dan ftalat, dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit, mulai dari gangguan hormon dan kesuburan hingga kanker.
7 Benda Dapur yang Bisa Jadi Sumber Mikroplastik
Berikut beberapa sumber mikroplastik di dapur yang sebaiknya mulai diwaspadai.
Botol plastik sekali pakai menjadi salah satu sumber paparan mikroplastik yang paling sering disebut para ahli. Botol plastik dapat melepaskan mikroplastik dan nanoplastik ke dalam air minum. Proses pelepasan partikel tersebut bahkan bisa berlangsung lebih cepat ketika botol disimpan di tempat panas atau terkena sinar matahari langsung. Anda dapat beralih menggunakan botol minum isi ulang berbahan stainless steel, kaca, atau keramik untuk mengurangi paparan mikroplastik.
Kebiasaan memanaskan makanan menggunakan wadah plastik juga meningkatkan risiko. Meskipun beberapa wadah diberi label microwave-safe, pemanasan tetap dapat meningkatkan perpindahan bahan kimia maupun partikel plastik ke dalam makanan. Jika ingin memanaskan makanan, sebaiknya ganti wadah makanan plastik dengan bahan kaca, keramik, atau stainless steel. Selain lebih awet, bahan-bahan tersebut dianggap lebih aman digunakan untuk menyimpan maupun memanaskan makanan.
Talenan plastik juga berpotensi menghasilkan mikroplastik. Setiap goresan pisau akan mengikis permukaan talenan dan menghasilkan partikel plastik berukuran sangat kecil yang bisa menempel pada bahan makanan. Karena itu, penggunaan talenan berbahan kayu atau bambu menjadi alternatif yang lebih disarankan.
Wajan atau teflon dengan lapisan antilengket memang banyak digandrungi. Namun sayangnya, lapisan ini dapat melepaskan partikel ketika permukaannya mulai terkelupas atau tergores, terutama saat terkena suhu tinggi. Sebagai alternatif, gunakan peralatan masak berbahan stainless steel, cast iron, atau keramik. Selain lebih tahan lama, bahan tersebut tidak memiliki lapisan yang mudah mengelupas sehingga dapat mengurangi potensi paparan mikroplastik saat memasak.
Spons cuci piring ternyata menjadi salah satu sumber mikroplastik yang jarang disadari. Sebagian besar spons yang dijual di pasaran terbuat dari serat plastik sintetis. Lama-kelamaan, spons akan terurai menjadi serpihan kecil selama digunakan untuk mencuci peralatan makan. Sebagai gantinya, coba alternatif spons alami, seperti luffa dari labu atau oyong yang dikeringkan.
Peralatan dapur berbahan plastik juga dapat melepaskan mikroplastik ke dalam makanan. Oleh karena itu, sebaiknya pilih peralatan dapur berbahan stainless steel, kaca, atau keramik yang lebih aman digunakan.
Kantong teh juga dapat melepaskan mikroplastik ke dalam minuman. Sebaiknya pilih kantong teh berbahan katun atau silk yang lebih aman digunakan.
Mengapa dan Dampak Menggunakan Peralatan Dapur Berbahan Plastik?
Masalahnya banyak orang tidak menyadari bahwa mereka bisa saja ikut mengonsumsi plastik setiap hari. Mikroplastik dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan hormon dan kesuburan, serta kanker. Oleh karena itu, perlu untuk mengurangi paparan plastik dari peralatan dapur demi menjaga kesehatan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat tentang bahaya mikroplastik semakin meningkat. Banyak orang yang mulai beralih menggunakan peralatan dapur yang lebih aman dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk memilih peralatan dapur yang tepat dan aman digunakan untuk menjaga kesehatan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah dan industri harus bekerja sama untuk mengurangi penggunaan plastik dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya mikroplastik. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak mikroplastik pada kesehatan manusia dan lingkungan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260701145821-255-1375573/7-benda-di-dapur-ini-bisa-jadi-sumber-mikroplastik-yang-masuk-ke-tubuh, without altering the facts of the original article.