Berita Hari Ini – 01 Mei 2026 | Polri kembali menjadi sorotan publik setelah empat Pati Polri resmi tercatat dalam bursa calon Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng). Persaingan ketat untuk mengisi posisi tertinggi kepolisian provinsi ini menarik perhatian masyarakat dan pengamat keamanan. Keempat nama tersebut berasal dari latar belakang yang beragam, namun semuanya memiliki rekam jejak yang kuat dalam penegakan hukum dan manajemen organisasi.
Latar Belakang Bursa Kapolda Sulteng
Bursa calon Kapolda Sulteng dibuka oleh Kementerian Dalam Negeri pada awal tahun ini sebagai bagian dari upaya mempercepat rotasi kepemimpinan di lingkungan Polri. Proses seleksi melibatkan penilaian kinerja, integritas, serta kemampuan kepemimpinan strategis. Kandidat yang lolos akan mengikuti tahap wawancara akhir sebelum keputusan final ditetapkan oleh Menteri Hukum dan HAM serta Kapolri.
Keempat Pati Polri yang Masuk Bursa
Berikut adalah profil singkat dari empat Pati Polri yang berhasil masuk dalam bursa tersebut:
- Irjen (Polri) Djuhandhani Rahardjo – Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Intelijen di Polda Sulsel. Ia dikenal karena keberhasilannya dalam mengungkap jaringan kriminal lintas provinsi dan menerima penghargaan IKPA Terbaik pada 2022.
- Irjen (Polri) Budi Santoso – Memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang lalu lintas dan penegakan hukum jalan raya. Sebagai Wakil Kapolda Jawa Barat, ia berhasil menurunkan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 15% dalam dua tahun terakhir.
- Irjen (Polri) Andi Prasetyo – Ahli bidang anti-terorisme yang pernah memimpin Satuan Resimen Khusus (Satreskrim) di Sumatera Utara. Ia terlibat dalam operasi penumpasan terorisme besar pada 2021 yang menghasilkan penangkapan 12 tersangka utama.
- Irjen (Polri) Rini Wulandari – Perempuan pertama yang menembus posisi Pati Polri di wilayah timur Indonesia. Sebagai Kepala Subdit Reserse Kriminal di Polda Maluku, ia memimpin tim yang berhasil mengungkap jaringan perdagangan narkoba internasional.
Keempat pejabat tersebut tidak hanya unggul dalam bidang masing-masing, tetapi juga menunjukkan kemampuan manajerial yang dapat mengelola sumber daya manusia dan logistik secara efisien. Hal ini menjadi nilai tambah dalam proses penilaian bursa.
Proses Seleksi dan Tahapan Selanjutnya
Setelah tercatat dalam bursa, para kandidat akan menjalani serangkaian tes psikologis, evaluasi kinerja, serta penilaian integritas oleh tim independen. Selanjutnya, mereka akan dipanggil untuk wawancara dengan tim seleksi yang dipimpin oleh pejabat tinggi Kementerian Dalam Negeri. Wawancara ini menilai visi strategis kandidat dalam mengatasi tantangan keamanan di Sulawesi Tengah, termasuk masalah narkotika, kejahatan siber, serta konflik sosial‑ekonomi.
Jika lolos tahap wawancara, nama-nama kandidat akan diajukan ke Dewan Pertimbangan Pimpinan (DPP) Polri untuk mendapatkan persetujuan final. Proses ini biasanya memakan waktu antara dua hingga tiga bulan, tergantung pada hasil evaluasi dan dinamika politik daerah.
Harapan Masyarakat dan Tantangan Kedepan
Masyarakat Sulawesi Tengah menantikan kepemimpinan yang dapat meningkatkan keamanan serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Dengan meningkatnya kasus narkotika dan kejahatan siber, harapan terbesar terletak pada kemampuan calon Kapolda untuk mengintegrasikan teknologi modern dalam operasi kepolisian.
Keempat calon juga dihadapkan pada tantangan geografis yang unik. Sulawesi Tengah memiliki wilayah kepulauan yang luas, sehingga koordinasi antar daerah menjadi krusial. Pengalaman masing-masing kandidat dalam mengelola wilayah yang sulit diakses diharapkan dapat menjadi modal kuat dalam mengoptimalkan penegakan hukum di seluruh provinsi.
Apapun hasil akhir seleksi, persaingan ketat ini menunjukkan komitmen Polri dalam menyiapkan pemimpin yang kompeten dan berintegritas. Ke depan, fokus utama tetap pada peningkatan profesionalisme, transparansi, serta pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.