Berita Hari Ini – 01 Mei 2026 | Jakarta, 30 April 2026 – Pada sesi perdagangan Kamis, 30/4/2026, saham BBRI mencatat penurunan 1,30 persen, memicu kekhawatiran di kalangan investor ritel dan institusional. Menanggapi dinamika tersebut, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menyampaikan pandangannya dalam sebuah konferensi pers virtual, menegaskan bahwa penurunan harga tidak mencerminkan fundamental perusahaan yang tetap kuat.
Penekanan pada Fundamental dan Jangka Panjang
Hery menegaskan bahwa fluktuasi harga saham merupakan fenomena alami dalam pasar modal. “Anda tidak usah terlalu lihat, karena kita seperti saya juga adalah investor yang jangka menengah dan jangka panjang. Kita tidak usah lihat harga saham naik turun, naik turun itu bikin tekanan darah naik juga,” ujarnya. Menurutnya, investor sebaiknya berfokus pada kinerja kuartal I yang menunjukkan pertumbuhan kredit, peningkatan aset produktif, dan profitabilitas yang stabil.
Dividen Tinggi sebagai Daya Tarik Investasi
Direktur Utama menyoroti dividend yield saham BBRI yang mencapai dua digit, menghasilkan return sekitar 10‑11 persen per tahun. “Deposito saja mungkin hanya 7 persen. Reksa dana pasar uang mungkin sekitar 5,5‑6 persen,” kata Hery, menekankan bahwa tingkat pengembalian tersebut jauh melampaui instrumen pasar uang tradisional. Ia menambahkan bahwa kebijakan pembagian dividen yang konsisten memperkuat profil risiko rendah bagi pemegang saham.
Data Pasar Saham Hari Itu
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan melemah 1,71 persen ke level 6.979.994. Berikut rangkuman statistik perdagangan:
- Total saham terdaftar: 595 saham melemah, 115 saham menguat, 103 saham stagnan.
- Volume transaksi: 40,96 miliar saham senilai Rp17,54 triliun.
- Frekuensi transaksi: 2,33 juta kali.
- Kapitalisasi pasar: Rp12.424,8 triliun.
Tekanan jual yang meluas didominasi oleh sentimen negatif jangka pendek, bukan oleh permasalahan struktural pada perusahaan perbankan.
Sentimen Pasar vs. Fundamental
Hery menilai bahwa penurunan saham lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi global yang masih bergejolak serta pergerakan indeks global yang memberi tekanan pada semua kelas aset. Ia optimis bahwa ketika kondisi makroekonomi membaik, saham dengan fundamental kuat seperti BBRI akan kembali menguat mengikuti tren indeks.
Nasihat Praktis untuk Investor
Direktur Utama memberikan beberapa poin penting bagi para pemegang saham:
- Fokus pada laporan keuangan kuartalan dan tahunan, bukan pada pergerakan harga harian.
- Perhatikan dividend yield dan kebijakan pembagian dividen sebagai sumber pendapatan tetap.
- Gunakan saham BBRI sebagai komponen portofolio jangka menengah hingga panjang untuk mengurangi volatilitas.
- Amati perkembangan kebijakan moneter dan fiskal yang dapat memengaruhi tingkat suku bunga dan kredit perbankan.
Dengan mengedepankan analisis fundamental, Hery yakin bahwa BBRI akan terus menjadi pilihan utama bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan imbal hasil kompetitif.
Secara keseluruhan, meskipun saham BBRI mengalami koreksi singkat, fundamental yang kuat, dividend yield tinggi, dan prospek pertumbuhan kredit yang berkelanjutan menjadikan bank ini tetap menarik bagi investor yang menargetkan pengembalian jangka menengah hingga panjang.