Berita Hari Ini – 01 Mei 2026 | Delegasi Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) mengalami penolakan masuk ke Kanada pada 30 April 2026, tepat sebelum Kongres FIFA ke-76 yang diselenggarakan di Vancouver.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengapa Iran Kongres FIFA tidak dapat dihadiri.
Latar Belakang Penolakan Visa
Rombongan yang dipimpin oleh Presiden FFIRI, Mehdi Taj, tiba di Bandara Pearson, Toronto dengan visa resmi. Namun petugas imigrasi menanyakan status Taj yang pernah menjadi anggota Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Sejak 2024, Kanada secara resmi mencatat IRGC sebagai organisasi teroris, sehingga individu yang memiliki afiliasi dengan grup tersebut tidak diizinkan memasuki wilayah negara itu.
Detail Kejadian
Setelah proses pemeriksaan, seluruh delegasi—termasuk Sekretaris Jenderal Hedayat Mombeni dan wakilnya Hamed Momeni—diberi perintah untuk kembali ke Tehran dengan penerbangan pertama. Mereka menyatakan merasa “dihina” oleh petugas imigrasi karena perlakuan yang dianggap tidak layak.
- Mehdi Taj – Presiden FFIRI
- Hedayat Mombeni – Sekretaris Jenderal
- Hamed Momeni – Wakil Sekretaris Jenderal
Kegagalan hadir delegasi Iran menambah ketegangan politik menjelang Piala Dunia 2026, di mana timnas Iran sudah lolos melalui jalur kualifikasi dan dijadwalkan bertanding di grup G di Amerika Serikat.
Dampak terhadap Kongres FIFA
Kongres FIFA 2026 dihadiri oleh 211 asosiasi anggota. Ketidakhadiran Iran mengurangi partisipasi Asia dan memicu pertanyaan tentang kebijakan imigrasi negara tuan rumah serta implikasi diplomasi olahraga. Panitia penyelenggara menegaskan bahwa semua peserta yang memenuhi persyaratan visa diharapkan hadir, namun keputusan akhir berada pada otoritas imigrasi Kanada.
Reaksi Internasional
Sejumlah media internasional, termasuk New Strait Times, melaporkan bahwa keputusan Kanada dipengaruhi oleh kebijakan keamanan nasional. Sementara itu, Sekretaris Negara Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan dukungan terhadap pemain Iran yang akan berkompetisi di Piala Dunia, namun menegaskan bahwa anggota delegasi yang memiliki hubungan dengan IRGC akan tetap dilarang masuk ke AS.
Situasi ini menegaskan bagaimana sepakbola menjadi arena diplomasi yang sensitif. Iran, sebagai salah satu tim kuat Asia, harus menavigasi tantangan politik sekaligus mempersiapkan timnya untuk pertandingan melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir pada Juni 2026.
Ke depan, federasi Iran berencana mengajukan banding atas keputusan imigrasi Kanada dan mencari jalur alternatif untuk memastikan kehadiran perwakilan mereka dalam pertemuan FIFA selanjutnya. Sementara itu, para penggemar sepakbola menantikan bagaimana dinamika geopolitik ini akan memengaruhi performa timnas Iran di panggung dunia.