15 Juli 2026
featured_image

Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Membangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Sertifikasi BNSP bagi Lulusan SMK untuk Meningkatkan Standar Gaji, Daya Saing, dan Peluang Karier di Dunia Industri

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Kompetensi vs Gaji: Sejauh Mana Skill Teknis Mempengaruhi Pendapatan Lulusan SMK di Dunia Kerja Modern?

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Erling Haaland mengonsumsi 6.000 kalori per hari untuk mendukung performanya sebagai atlet. Tapi apa yang terjadi jika diet ini diterapkan oleh orang non-atlet? Simak risikonya!

Erling Haaland, striker Manchester City dan Timnas Norwegia, dikenal memiliki pola makan yang unik untuk menopang performanya di lapangan. Ia mengonsumsi sekitar 6.000 kalori setiap hari, yang jauh lebih besar daripada kebutuhan orang dewasa pada umumnya. Menu makan Haaland terdiri dari makanan padat nutrisi seperti jantung sapi, hati sapi, steak, madu mentah, ikan kakap, asparagus, nasi goreng telur, dan susu mentah.

Apa yang Terjadi Jika Pola Makan Haaland Diterapkan Orang Non-Atlet?

Melansir dari laporan The Athlete Lifestyle, seorang koresponden bernama Leigh Kiniry mencoba mengikuti pola makan Haaland selama sehari. Ia mengaku bahwa menu makan Haaland tidaklah mudah untuk diikuti, terutama saat harus menghabiskan makan siang berkalori tinggi hingga makan malam yang terdiri dari tomahawk steak berukuran jumbo dan sumsum tulang sapi. Total makan malam saja diperkirakan mencapai sekitar 3.000 kalori.

Kiniry pun mengaku menyerah saat mencoba menghabiskan steak seberat 2,5 pound atau sekitar 1,1 kilogram tersebut. Bagi Haaland, menu itu merupakan bagian dari rutinitas untuk memenuhi kebutuhan energi tubuhnya. Sebagai atlet profesional, ia membutuhkan asupan kalori yang jauh lebih besar demi menjaga kekuatan, kecepatan, serta daya tahan selama latihan dan pertandingan.

Mengapa Pola Makan Haaland Berisiko Bagi Orang Non-Atlet?

Menurut dokter spesialis gizi klinik Igus Ulfa Yaze, pola makan Haaland tidak bisa disamakan dengan kebutuhan masyarakat umum. Orang dewasa rata-rata hanya membutuhkan sekitar 2.000 kalori per hari, tergantung usia, jenis kelamin, berat badan, hingga tingkat aktivitas fisik. “Kalau untuk 6.000 kalori, lumayan banyak ya. Karena sebenarnya kita makan 2.500 sampai 3.000 kalori saja itu sudah banyak banget,” kata Yaze.

Ia menjelaskan bahwa konsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi lemak seperti yang dilakukan Haaland berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan bila diterapkan oleh orang dengan aktivitas fisik biasa. Apalagi, menu yang dikonsumsi Haaland banyak mengandung jeroan seperti hati dan jantung sapi. Meski kaya vitamin B, folat, zat besi, fosfor, magnesium, dan protein, konsumsi jeroan berlebihan juga dapat meningkatkan kadar purin dan kolesterol.

Dampak Pola Makan Haaland Bagi Orang Non-Atlet

Menurut Yaze, faktor yang membuat pola makan Haaland berbeda adalah intensitas latihan yang dijalani setiap hari. Sebagai atlet sepak bola elite, Haaland menjalani latihan dengan intensitas tinggi sehingga kebutuhan energinya jauh melampaui orang biasa. Kalori yang masuk ke tubuhnya sebagian besar digunakan untuk mendukung aktivitas fisik, pemulihan otot, dan menjaga performa.

Sebaliknya, jika pola makan tersebut diterapkan oleh orang yang tidak memiliki aktivitas fisik setara, kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak tubuh. “Dampaknya yang pasti berat badan naik kalau tidak ada aktivitas fisik,” kata Yaze. Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak asal meniru pola makan atlet profesional hanya karena ingin memiliki tubuh serupa.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Masyarakat lebih dianjurkan menerapkan pola makan bergizi seimbang yang disesuaikan dengan kebutuhan energi dan tingkat aktivitas masing-masing. Dengan begitu, manfaat kesehatan bisa diperoleh tanpa meningkatkan risiko penyakit. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa pola makan Haaland tidak dapat diterapkan secara umum dan memerlukan penyesuaian dengan kebutuhan individu.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260713123632-255-1380084/diet-6000-kalori-erling-haaland-amankah-ditiru-orang-non-atlet, without altering the facts of the original article.

Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Membangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Sertifikasi BNSP bagi Lulusan SMK untuk Meningkatkan Standar Gaji, Daya Saing, dan Peluang Karier di Dunia Industri

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Kompetensi vs Gaji: Sejauh Mana Skill Teknis Mempengaruhi Pendapatan Lulusan SMK di Dunia Kerja Modern?

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *