3 Juni 2026

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa βœ… πŸ“ Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG βœ… πŸ“ Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia βœ… πŸ“ Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa βœ… πŸ“ Jakarta Barat, Jakarta Raya

Berita Hari Ini – 01 Mei 2026 | Video seorang pemotor berkaus TNI AL yang menghalangi jalur ambulans lalu menggebrak mobil ambulans menjadi sorotan publik pada akhir pekan lalu. Kejadian yang terjadi di Jalan Bengawan, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, memicu perdebatan tentang etika berlalu lintas dan tanggung jawab anggota militer di jalan umum.

🔖 Baca juga:
Drama Liga F: Alhama Tantang Real Sociedad dalam Pertarungan Kunci Penempatan Eropa

Kronologi Kejadian

Pukul sekitar 18.30 WIB, ambulans Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) menerima panggilan darurat untuk memindahkan seorang pasien dari Rumah Sakit William Booth ke RSUD dr. Soetomo. Sopir ambulans, Varhan Adhitya, menyalakan sirene dan melaju dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya di Jalan Bengawan, beberapa pengendara sepeda motor yang melaju berlawanan arah tiba‑tiba berpindah ke jalur kanan, menghalangi laju ambulans. Di antara mereka, seorang pria berkaus TNI AL yang bernama Kopda Sujarwo (Kopda menandakan Kopral Dua) sedang menumpang motor bersama istrinya.

Alih‑alih memberi jalan, Sujarwo justru memutar balik, melawan arus, dan kemudian menggebrak bagian depan mobil ambulans. Sopir ambulans yang sedang melakukan siaran langsung dengan ponselnya merekam aksi tersebut, termasuk teriakan dan kata‑kata kasar yang dilontarkan Sujarwo.

Akibat aksi tersebut, ambulans tertunda sekitar 10 menit. Namun, menurut Varhan, kondisi pasien tetap stabil dan ambulans dapat melanjutkan perjalanan ke tujuan tanpa komplikasi serius.

Reaksi dan Tindakan Selanjutnya

Setelah video tersebut viral di media sosial, Koordinator ambulans YDSF, Sodik, mengonfirmasi kronologi dan menegaskan bahwa penundaan memang terjadi, tetapi tidak mengancam nyawa pasien. Ia menambahkan bahwa video tersebut diunggah dengan maksud mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memberi jalan kepada layanan darurat.

🔖 Baca juga:
Terungkap Fakta Baru Kasus CCTV Inara Rusli: Hanya Satu Tersangka, Kuasa Hukum Tuntut Keadilan

Pada Rabu, 29 April, Kopda Sujarwo bersama istrinya, pimpinan TNI AL setempat, dan rekan‑rekannya mengunjungi kantor YDSF untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam, Sujarwo mengakui kesalahannya, menyatakan penyesalan, dan berjanji tidak akan mengulangi perilaku serupa.

Varhan Adhitya, sopir ambulans, menerima permintaan maaf tersebut dan menegaskan kembali pentingnya kepatuhan semua pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas, terutama saat kendaraan darurat melintas.

Reaksi Publik dan Dampak Sosial Media

Video yang diunggah di akun TikTok @ambulancesikoko memperoleh lebih dari 2.900 suka, 290 kali dibagikan, dan ratusan komentar. Netizen sebagian besar mengkritik tindakan Sujarwo, menyebutnya tidak mencerminkan kedisiplinan anggota militer. Namun, ada pula yang menilai kejadian ini sebagai contoh pentingnya edukasi keselamatan berkendara.

Media lokal, termasuk MSN dan detikNews, meliput peristiwa ini dengan menyoroti aspek hukum dan etika. Sementara itu, pihak TNI Angkatan Laut belum mengeluarkan pernyataan resmi selain dukungan terhadap permohonan maaf yang disampaikan oleh anggotanya.

Analisis Lalu Lintas dan Kebijakan

  • Ambulans berhak mendapat prioritas jalur sesuai Undang‑Undang Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009.
  • Penghalang jalur dapat dikenai sanksi administratif atau pidana bila mengakibatkan keterlambatan penanganan medis.
  • Anggota TNI, sebagai figur publik, diharapkan menjadi contoh dalam mematuhi peraturan lalu lintas.

Kasus ini menegaskan perlunya peningkatan sosialisasi tentang hak kendaraan darurat dan konsekuensi pelanggaran. Di sisi lain, respons cepat Sujarwo dalam menyampaikan permintaan maaf menunjukkan sikap akuntabel yang dapat menjadi pelajaran bagi institusi militer dan masyarakat luas.

🔖 Baca juga:
Spanyol Guncang Dunia: Dari Komitmen NATO hingga Bintang Muda di Piala Dunia 2026

Secara keseluruhan, meskipun insiden ini menyebabkan keterlambatan singkat, tidak ada korban jiwa. Yang penting adalah pelajaran yang diambil: kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya urusan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama demi keselamatan publik.

Views: 5

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa βœ… πŸ“ Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG βœ… πŸ“ Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia βœ… πŸ“ Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa βœ… πŸ“ Jakarta Barat, Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *