Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifFira, seorang alumnus Program Studi S-1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), telah menginspirasi banyak orang dengan sekolah modellingnya bagi penyandang disabilitas. Fira Modelling Disability (FMD) adalah lembaga yang dirintisnya sejak masih menjadi mahasiswa, yang kini berkembang di Surabaya dan Malang. Sekolah ini menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan bakat di bidang modelling, tari, dan seni gerak.
Berawal dari Kepedulian
Fira, yang akrab disapa Fira, memiliki rekam jejak prestasi di dunia modelling. Ia pernah mewakili Indonesia dalam ajang Discover Indonesia: Cultural Performance and Fashion Show di Turki. Namun, ia menyadari bahwa masih minimnya wadah bagi anak berkebutuhan khusus untuk mengaktualisasikan diri. Bersama sang ibu, ia menyusun program pelatihan yang tidak hanya mengajarkan teknik berjalan di atas panggung (catwalk), tetapi juga kelas tari dan seni gerak untuk menumbuhkan rasa percaya diri.
Membangun Rasa Percaya Diri
Fira ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi. Ia juga berharap sekolah ini menjadi wadah untuk membangun rasa percaya diri, mengembangkan keterampilan, sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap para penyandang disabilitas. Saat ini, sekitar 35 peserta didik mengikuti pelatihan di FMD yang beroperasi di Surabaya dan Malang.
Tantangan dan Pencapaian
Dalam mengelola FMD, Fira mengaku tantangan terbesar adalah menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan setiap peserta. Menurutnya, setiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan kondisi yang berbeda sehingga pendekatan pelatihan harus dilakukan secara personal. Meski demikian, tantangan itu terbayar ketika melihat perubahan para peserta didik yang awalnya kurang percaya diri menjadi berani tampil di depan publik.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Pencapaian terbesar bagi Fira adalah saat melihat anak-anak yang sebelumnya menutup diri kini berani tampil penuh percaya diri di atas panggung. Itu menjadi kebahagiaan sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan FMD. Fira berharap sekolah ini dapat menjadi contoh bagi lembaga lain untuk mengembangkan program serupa, sehingga lebih banyak lagi anak berkebutuhan khusus yang dapat mengembangkan bakat dan minatnya.
Kedepannya, Fira Modelling Disability diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan mereka. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih memahami dan menerima keberagaman, serta memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berkarya dan berprestasi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/surabaya/552361/kisah-fira-alumnus-unesa-bangun-sekolah-modelling-bagi-penyandang-disabilitas, without altering the facts of the original article.