Rieke Diah Pitaloka, anggota DPR RI, mendesak Wakil Bupati Lombok Tengah, M Nursiah, untuk mengambil tindakan terkait kasus pembakaran Pondok Pesantren Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy yang menewaskan satu santri dan melukai dua lainnya. Kasus ini masih menyisakan trauma bagi korban dan keluarga mereka.
Kunjungan yang Menuai Kritik
Wakil Bupati Lombok Tengah, M Nursiah, baru-baru ini mengunjungi Pondok Pesantren Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, yang menjadi sorotan publik karena pimpinan pondok pesantren tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran yang diduga dilakukan senior terhadap junior pada 13 Desember 2025. Kunjungan tersebut menuai reaksi keras dari masyarakat, karena banyak yang menilai bahwa pejabat pemerintah seharusnya lebih menunjukkan keberpihakan kepada korban dibanding menemui tersangka.
Apa yang Terjadi
Pada 13 Desember 2025, terjadi insiden pembakaran di Pondok Pesantren Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, yang mengakibatkan satu santri meninggal dunia dan dua korban lainnya mengalami luka berat. Pimpinan pondok pesantren tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Kasus ini masih dalam proses penyidikan dan penanganan oleh pihak berwajib.
Mengapa dan Dampak
Kunjungan Wakil Bupati Lombok Tengah ke pondok pesantren tersebut dianggap tidak tepat, karena dapat menimbulkan persepsi bahwa pejabat pemerintah tidak mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Rieke Diah Pitaloka mengingatkan bahwa penyelenggara pemerintahan wajib menjalankan administrasi pemerintahan dengan berpedoman pada asas-asas umum pemerintahan yang baik, termasuk menunjukkan empati dan keberpihakan kepada korban. Kasus ini juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap perempuan, anak, dan korban tindak pidana, serta memperkuat sistem perlindungan yang ada.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Rieke Diah Pitaloka menegaskan bahwa kasus di Lombok Tengah harus menjadi momentum reformasi nasional dalam memperkuat sistem perlindungan terhadap perempuan, anak, dan korban tindak pidana. Oleh karena itu, diharapkan Wakil Bupati Lombok Tengah dan pihak terkait dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mendukung korban dan keluarga mereka, serta memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan adil dan transparan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://wartakota.tribunnews.com/news/895316/rieke-ingatkan-wakil-bupati-lombok-tengah-perhatikan-korban-pembakaran-di-ponpes, without altering the facts of the original article.