Frislly Herlind, aktris muda berbakat, membuktikan keteguhannya dalam menghadapi tantangan di lokasi syuting film ‘Sajen Satu Suro’. Berperan sebagai Laura, seorang wanita penakut, Frislly justru harus berurusan dengan realitas mistis yang jauh lebih intens dibandingkan karakter yang ia perankan. Film ini akan tayang di bioskop pada 30 Juli 2026 dan tidak hanya menawarkan teror, tetapi juga mengangkat sisi budaya malam satu suro serta pesan moral agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi hal-hal gaib.
Momen Penentu di Lokasi Syuting
Kontras dengan karakternya yang penakut, Frislly justru menjadi sosok “kuncen” di lokasi syuting di Yogyakarta. Ia menjadi tempat bersandar bagi rekan-rekan sesama pemain yang ketakutan saat atmosfer lokasi syuting mendadak berubah mencekam. Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika proses syuting kerap terganggu oleh masalah teknis. “Genset mati sampai empat kali. Aku sarankan siapkan sajen, karena film kita Sajen Satu Suro. Mungkin saja sajennya kurang,” tutur Frislly.
Ajaibnya, setelah ritual tersebut dilakukan, kendala teknis tersebut sirna dan produksi berjalan mulus hingga akhir. Bagi Frislly, kejadian itu menjadi pengingat akan kuatnya kearifan lokal yang masih menyelimuti tanah Jawa. Frislly Herlind dan timnya mengalami kejadian mistis yang cukup menggetarkan, namun dengan keberanian dan keteguhan, mereka berhasil menyelesaikan film ini.
Tantangan Fisik dan Emosional
Bagi Frislly, kejadian mistis di lokasi syuting bukan satu-satunya tantangan. Ia juga menantang dirinya sendiri dalam adegan fisik yang ekstrem. Meski disediakan stunt woman, ia bersikeras melakoni adegan laga dan kesurupan dengan menggunakan sling seorang diri. Akibatnya, tubuhnya penuh dengan memar demi memberikan akting yang autentik. “Badan aku kelempar ke sana kemari, memar-memar. Aku mau merasakan sendiri biar real,” tegas wanita berusia 27 tahun ini.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Film ‘Sajen Satu Suro’ ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan akting Frislly, tetapi juga sebagai sarana untuk mengangkat sisi budaya malam satu suro serta pesan moral agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi hal-hal gaib. Frislly Herlind membuktikan bahwa ia tidak hanya mampu memerankan karakter yang penakut, tetapi juga mampu menghadapi tantangan dan menjadi sosok yang kuat.
Kehadiran film ‘Sajen Satu Suro’ ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada perkembangan industri film Indonesia, serta menjadi sarana untuk melestarikan budaya dan tradisi masyarakat. Dengan keberanian dan keteguhan Frislly Herlind, film ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan menjadi salah satu film terbaik di tahun ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://wartakota.tribunnews.com/seleb/895309/totalitas-frislly-herlind-di-film-sajen-satu-suro-rela-memar-hingga-jadi-kuncen-mistis, without altering the facts of the original article.