2 Juni 2026

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Berita Hari Ini – 01 Mei 2026 | Eks pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, menyuarakan keprihatinannya setelah klub asal London itu terpuruk di klasemen Premier League musim 2024/2025. Pochettino, yang memimpin Spurs selama enam musim (2014-2019), mengungkapkan rasa sedihnya melihat tim yang dulu bersaing untuk gelar kini berada di zona degradasi.

Latar Belakang Penurunan Tottenham

Setelah era Pochettino berakhir, Tottenham mengalami pergantian pelatih yang cepat. Selama empat tahun terakhir, klub telah menugaskan tujuh pelatih permanen, termasuk Roberto De Zerbi yang kini memimpin tim dengan harapan menyelamatkan mereka dari bahaya turun divisi. Meskipun klub pernah menjuarai Liga Europa di bawah Ange Postecoglou pada musim lalu, performa di liga domestik sangat mengecewakan. Dengan hanya empat pertandingan tersisa, Spurs berada di posisi ke-17, satu tempat di atas zona degradasi.

🔖 Baca juga:
Cara Daftar Akun SEMrush Pro Gratis untuk Riset Keyword Akurat

Pochettino Menilai Kondisi Klub

Dalam sebuah wawancara podcast “The Overlap” yang dilansir oleh ESPN, Pochettino menegaskan bahwa ia masih menyimpan kenangan manis bersama Spurs. Namun, ia tidak dapat menahan rasa prihatin terhadap situasi saat ini, terutama bagi staf, pemain, dan suporter yang merasakan dampaknya.

“Ini sangat menyedihkan. Saya sangat mencintai Tottenham, klub ini akan selalu menjadi bagian penting dalam hidup saya, baik sebagai pelatih maupun sebagai pribadi. Saya tahu orang‑orang di dalam klub dan para penggemar sedang menderita,” ujarnya.

Faktor-faktor yang Menyumbang pada Krisis

Pochettino menyoroti beberapa faktor yang memperparah kondisi klub:

  • Keterbatasan transfer: Selama masa kepelatihannya, Tottenham pernah melewati 18 bulan tanpa satu pun perekrutan pemain, menciptakan rekor di Premier League.
  • Keuangan yang tidak optimal: Meskipun ada dana yang tersedia, menurut Pochettino, jumlah tersebut tidak cukup untuk menutup selisih kualitas yang diperlukan untuk menjadi juara.
  • Instabilitas kepelatihan: Pergantian pelatih yang terlalu sering mengganggu kontinuitas taktik dan budaya tim.

Pochettino menambahkan bahwa pada masanya, klub berhasil menyelesaikan pembangunan pusat latihan baru, memperbaharui stadion, dan bahkan bermain di Wembley dalam beberapa kesempatan, tetap kompetitif meski dengan sumber daya terbatas.

🔖 Baca juga:
Bulog Target Serap 4 Juta Ton Beras 2026, Stok Ngawi Melimpah: Jaminan Pasokan Aman Tiga Bulan ke Depan

Harapan untuk Musim Berikutnya

Meski mengakui situasi yang berat, Pochettino tetap optimis bahwa Tottenham dapat bangkit. Ia menekankan pentingnya stabilitas manajerial dan kebijakan transfer yang lebih terarah. “Tentu ada uang untuk dibelanjakan, tetapi tidak cukup untuk membuat kami selangkah lebih dekat menjadi juara. Kami bersaing, tetapi selalu kurang di langkah terakhir,” kata Pochettino.

Roberto De Zerbi, pelatih saat ini, dikabarkan tengah merancang skema taktik yang lebih fleksibel dan mengandalkan pemain muda dari akademi. Pendekatan ini diharapkan dapat memberi energi baru sekaligus mengurangi beban finansial klub.

Suporter Tottenham, yang dikenal dengan julukan “the Lilywhites,” tetap setia mendukung tim meski berada di posisi yang sulit. Mereka berharap kepemimpinan baru dapat mengembalikan kejayaan klub dan menghindari degradasi yang belum pernah terjadi dalam sejarah modern Premier League.

Dengan hanya empat pertandingan tersisa, setiap poin menjadi krusial. Jika Tottenham berhasil mengumpulkan hasil positif, mereka dapat mengamankan posisi aman dan memulai fase perbaikan pada musim berikutnya.

🔖 Baca juga:
Nick Woltemade Didesak Konsisten: Bagaimana Striker Jerman Ini Bisa Raih Menit Lebih Banyak di Newcastle United?

Secara keseluruhan, pernyataan Pochettino menegaskan betapa pentingnya stabilitas internal, kebijakan transfer yang bijak, dan dukungan fanatik untuk mengatasi krisis yang melanda Tottenham Hotspur saat ini.

Views: 4

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *