Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengawasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. KH. Saifuddin Zuhri, dengan fokus pada validasi data kemiskinan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa. Sebanyak 2.336 mahasiswa mengikuti KKN Berdampak Angkatan ke-58 UIN Saizu tahun ini, dengan 1.790 mahasiswa ditempatkan di empat kabupaten di Jawa Tengah, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Program KKN yang berlangsung selama 40 hari, mulai 16 Juli hingga 24 Agustus 2026, juga melibatkan 131 mahasiswa kolaborasi dari sejumlah perguruan tinggi.
Fokus pada Data Kemiskinan dan UMKM Desa
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menyampaikan bahwa keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi desa, termasuk memastikan ketepatan data kemiskinan yang menjadi dasar berbagai program intervensi. “Kami dibantu mahasiswa KKN untuk pendampingan. Data-data kemiskinan ini yang perlu dikawal. Dengan adanya KKN, kami akan lebih tahu lagi apakah data-data itu sudah benar atau tidak,” ujarnya.
Selain persoalan kemiskinan, Gus Yasin meminta mahasiswa turut memetakan potensi ekonomi desa. Hasil identifikasi itu nantinya akan dikawal pemerintah melalui pendampingan perizinan, peningkatan kualitas produk, sertifikasi halal hingga perluasan pemasaran. Ia mencontohkan, sebuah desa penghasil petai yang selama ini hanya menjual hasil panennya dalam bentuk mentah. Menurutnya, melalui pendampingan, komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti keripik atau olahan lainnya, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Momen Penentu di Desa Berta
Salah satu peserta KKN, Anggi Fatika Rosidi, mengatakan kelompoknya akan melaksanakan KKN di Desa Berta, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Selain mendampingi UMKM anyaman besek dan sektor pertanian, kelompoknya akan fokus mengatasi tingginya angka putus sekolah di desa tersebut. “Kami ingin mendorong lagi supaya anak-anak mau bersekolah dan melanjutkan pendidikannya sampai jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Menurut Anggi, gagasan itu mendapat dukungan langsung dari Taj Yasin. Bahkan, Wakil Gubernur menyatakan akan memantau perkembangan program yang dijalankan mahasiswa selama berada di lokasi KKN.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Program KKN ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, terutama dalam hal pengembangan UMKM dan validasi data kemiskinan. Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa, diharapkan pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi desa dan dapat menjalankan program intervensi yang lebih efektif. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan program KKN ini, terutama dalam hal pengembangan UMKM dan validasi data kemiskinan. Namun, dengan adanya komitmen dari pemerintah dan partisipasi aktif dari mahasiswa, diharapkan program ini dapat memberikan hasil yang signifikan dan berkelanjutan. Ke depan, diharapkan program seperti ini dapat terus dijalankan dan ditingkatkan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat desa.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/advertorial/1178597/pemprov-jateng-kawal-program-mahasiswa-kkn-dari-data-kemiskinan-hingga-umkm-desa, without altering the facts of the original article.