Berita Hari Ini – 03 April 2026 | Jakarta – Setelah timnas Irak mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 lewat kemenangan 2‑1 atas Bolivia di Monterrey, Meksiko, sorotan media tidak hanya tertuju pada pemain asal Persib Bandung, Frans Putros, melainkan juga pada rekan setimnya, Thom Haye. Gelandang asal Belanda itu menanggapi keberhasilan Putros dengan candaan yang langsung menjadi viral di media sosial: “Ya, saya sedikit membencinya,” ujarnya sambil tertawa.
Keberhasilan Irak memang menjadi momen bersejarah. Timnas “Singa Mesopotamia” kembali hadir di panggung dunia setelah absen sejak Piala Dunia 1986. Dua gol kemenangan datang dari Ali Al Hamadi (menit 10) dan Ayman Hussein (menit 53), sementara Bolivia sempat menyamakan kedudukan lewat Moises Paniagua pada menit 38. Putros, yang berada di bangku cadang, tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kualifikasi, mengingat perannya sebagai bek berpengalaman di lini belakang timnas Irak.
Reaksi Pelatih dan Rekan Setim
Berbagai figur Persib menanggapi keberhasilan Putros dengan antusias. Pelatih Bojan Hodak menyatakan kegembiraannya, menekankan bahwa memiliki pemain yang berkompetisi di Piala Dunia merupakan kebanggaan klub. “Bagus untuknya karena sekarang ia sudah di atas 30 tahun, jadi mungkin ini kesempatan terakhir,” kata Hodak dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Julio Cesar, bek asal Brasil yang juga bermain di Persib, menambahkan candaan serupa dengan mengharapkan Putros mentraktir rekan‑rekannya jika tim Irak berhasil melaju ke putaran final. “Jika mereka menang, dia harus mentraktir makan malam kami,” ujar Cesar dengan senyum lebar.
Thom Haye: Dari Dukungan Pribadi Hingga Canda “Sedikit Membenci”
Sebelum laga penentu, Thom Haye mengirimkan pesan pribadi kepada Putros, mendoakan agar sang pemain tampil maksimal. “Saya sudah mengirimkan pesan pribadi, saya mendoakannya semoga berhasil,” ungkap Haye dalam sebuah wawancara singkat di ruang ganti Persib. Setelah Irak lolos, Haye muncul di sebuah program televisi lokal dan melontarkan pernyataan yang kemudian menjadi headline: “Saya sedikit membencinya.”
Meski terdengar provokatif, Haye menjelaskan konteks candaan tersebut. “Saya memang sedikit kesal karena tim Irak mengalahkan Bolivia, yang secara tidak langsung memberi mereka poin melawan Indonesia di Piala Asia 2023. Tapi sebenarnya saya bangga, karena sahabat saya, Frans, berhasil mengangkat nama Indonesia di panggung dunia,” katanya sambil tertawa.
Humor Haye mendapatkan sambutan hangat dari netizen. Banyak yang menilai candanya sebagai bentuk sportivitas yang ringan, sementara sebagian lainnya menganggapnya sebagai provokasi kecil yang menambah warna persaingan sepakbola Asia.
Bagaimana Putros Menyikapi Semua Itu?
Frans Putros sendiri mengungkapkan rasa terharu atas dukungan yang mengalir dari teman‑teman satu klub, pelatih, dan suporter Persib (Bobotoh). “Terima kasih atas dukungannya. Saya sangat senang, ini sangat berarti bagi saya dan seluruh rakyat Irak,” tutur Putros dalam sebuah pernyataan resmi Persib. Ia menambahkan bahwa ia berharap dapat menjadi pemain Persib pertama yang bertanding di Piala Dunia, sebuah prestasi yang belum pernah tercapai sebelumnya.
Putros juga menanggapi komentar Haye dengan sportivitas. “Saya mengerti maksudnya, candaan itu memang menghibur. Yang terpenting, kami berhasil membawa Irak kembali ke Piala Dunia setelah 40 tahun,” kata Putros, menambah bahwa ia akan terus bekerja keras untuk memperkuat posisi Irak di grup I bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia.
Implikasi bagi Persib dan Sepakbola Indonesia
Keterlibatan pemain Persib dalam turnamen bergengsi seperti Piala Dunia memberi dampak positif bagi citra klub dan liga domestik. Menurut analis sepakbola lokal, eksposur internasional dapat meningkatkan nilai pasar pemain, menarik sponsor baru, serta menginspirasi generasi muda untuk menembus level internasional.
- Persib mendapatkan sorotan media internasional lewat Putros.
- Para pemain lain di klub memperoleh motivasi tambahan untuk meningkatkan performa.
- Bobotoh semakin bangga memiliki wakil di panggung terbesar sepakbola.
Secara keseluruhan, keberhasilan Irak dan reaksi kocak Thom Haye menciptakan dinamika menarik di dunia sepakbola Indonesia. Meskipun candaan “sedikit membenci” terdengar provokatif, esensinya tetap pada rasa kebersamaan dan dukungan antar‑teman sejati di lapangan.
Dengan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, mata dunia kini tertuju pada pemain‑pemain Asia yang berjuang menembus grup kompetitif. Bagi Frans Putros, kesempatan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga kebanggaan bagi Persib dan seluruh komunitas sepakbola Indonesia.