Aksi Nekat Petani Blora
Sugeng, seorang petani di Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Blora, Jawa Tengah, melakukan aksi nekat dengan memanggul jeriken sejauh satu kilometer melewati jalan setapak hanya untuk menyiram tanaman jagung dan kacang di lahan seluas 1,5 hektare miliknya. Aktivitas bolak-balik mengambil air dari sumur ini dilakukannya hingga 25 kali setiap hari sejak pagi hingga siang. Fenomena serupa dialami Narto, petani jagung lain yang bahkan harus menggendong jeriken air dan bolak-balik hingga 50 kali dalam sehari dari sumur yang berjarak 100 meter dari ladangnya.
Apa yang Terjadi?
Kekeringan melanda wilayah Blora, Jawa Tengah, dan berdampak pada petani seperti Sugeng dan Narto. Mereka harus berjalan kaki jauh untuk mengambil air dari sumur guna menyiram tanaman mereka. Debit air sumur ladang mereka diperkirakan akan habis sebelum masa panen tiba. Jika sumur mengering, mereka tidak memiliki pilihan selain membeli air bersih dari armada tangki swasta seharga Rp 150.000 per tangki. Nilai tersebut dinilai sangat membebani biaya produksi karena volume satu tangki hanya cukup untuk satu kali penyiraman saja.
Mengapa dan Dampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora memetakan 149 desa dan kelurahan yang tersebar di 15 kecamatan kini berstatus siaga bencana. Jumlah wilayah berpotensi krisis ini meningkat dari data tahun lalu yang mencatat 139 desa. Sekretaris BPBD Kabupaten Blora, Mulyowati, mengungkapkan bahwa dari total 16 kecamatan di Blora, hanya Kecamatan Kradenan yang dipastikan aman karena secara historis memiliki sumber daya air stabil dan bebas dari catatan kekeringan. Sebaliknya, kecamatan lain justru mengalami perluasan titik rawan baru. Kekeringan ini berdampak signifikan pada petani dan masyarakat Blora. Mereka harus berjuang untuk mendapatkan air guna menyiram tanaman mereka. Jika tidak ada solusi, kekeringan ini dapat menyebabkan gagal panen dan berdampak pada ketahanan pangan masyarakat.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
BPBD Blora menetapkan Kecamatan Jati dan Kunduran sebagai wilayah prioritas utama penanganan bencana. Mulyowati menambahkan bahwa pihaknya terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani kekeringan ini. Petani seperti Sugeng dan Narto masih harus menempuh jalan panjang untuk mendapatkan air guna menyiram tanaman mereka. Mereka berharap ada solusi yang dapat membantu mereka mengatasi kekeringan ini dan memastikan panen yang baik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/jawa-tengah/1259993/sugeng-panggul-jeriken-sejauh-satu-kilometer-demi-airi-ladang, without altering the facts of the original article.