Diskominfo Gianyar baru-baru ini melakukan studi banding ke Diskominfo Kota Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mempelajari pengelolaan media sosial dan tata kelola informasi digital. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Gianyar, Ni Luh Made Astiti, memimpin rombongan yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Muhammad Roem. Studi banding ini bertujuan untuk memahami strategi komunikasi pemerintah yang adaptif di era digital.
Apa yang Terjadi di Makassar?
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Diskominfo Gianyar mempelajari berbagai inovasi yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar dalam mengelola komunikasi publik. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pengelolaan media sosial Pemerintah Kota Makassar yang dinilai aktif, interaktif, dan mampu menjangkau masyarakat secara luas. Pemerintah Kota Makassar memiliki tim internal yang menangani seluruh proses produksi konten komunikasi pemerintah, mulai dari perencanaan, pengambilan materi, penyuntingan hingga publikasi di berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan YouTube.
Selain itu, Diskominfo Gianyar juga mempelajari pola kolaborasi Pemerintah Kota Makassar dengan insan pers. Pemerintah Kota Makassar tidak hanya bermitra dengan media massa, tetapi juga melibatkan organisasi media dan komunitas pengelola media sosial dalam menyebarluaskan informasi. Saat ini, lebih dari 30 perwakilan media dan pengelola informasi digital rutin berkolaborasi bersama Diskominfo Kota Makassar.
Pengelolaan Media Sosial yang Efektif
Pemerintah Kota Makassar juga memiliki aplikasi layanan publik LONTARA+, platform digital yang menjadi kanal resmi Pemerintah Kota Makassar untuk menerima pengaduan, aspirasi, saran, dan masukan masyarakat. Melalui aplikasi tersebut, setiap laporan diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk segera ditindaklanjuti. Konten yang dipublikasikan tidak hanya berisi informasi pembangunan, tetapi juga edukasi publik, sosialisasi kebijakan, serta literasi digital.
Mengapa Studi Banding Ini Penting?
Studi banding ini penting karena perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan pelayanan publik yang cepat, terbuka, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan mempelajari strategi komunikasi pemerintah yang adaptif di era digital, Diskominfo Gianyar dapat memahami bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan publik dan komunikasi dengan masyarakat. Hal ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Dengan hasil studi banding ini, Diskominfo Gianyar dapat memperoleh banyak referensi mengenai tata kelola informasi publik, pengelolaan media sosial pemerintah, pelayanan pengaduan masyarakat, hingga pola kolaborasi dengan media. Berbagai praktik baik yang sesuai tentu akan menjadi bahan evaluasi dan dapat diadaptasi di Kabupaten Gianyar. Diharapkan, hasil studi banding ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan komunikasi dengan masyarakat di Kabupaten Gianyar.
Kedepannya, Diskominfo Gianyar dapat mengimplementasikan strategi komunikasi pemerintah yang adaptif di era digital, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Dengan demikian, Kabupaten Gianyar dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan media sosial dan tata kelola informasi digital.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/gianyar/601456/belajar-ke-makassar-diskominfo-gianyar-perkuat-pengelolaan-media-sosial-dan-komunikasi-publik, without altering the facts of the original article.