Berita Hari Ini – 03 April 2026 | Jakarta, 3 April 2026 – Dalam sebuah pertemuan penting yang dihadiri oleh sejumlah tokoh Islam Indonesia serta Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, Khalifah Ahmadiyah Din Syamsuddin menyuarakan seruan tegas untuk persatuan umat Islam sebagai kunci menciptakan perdamaian dunia. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta ini sekaligus menjadi ajang penekanan terhadap bahaya provokasi buzzer dan upaya adu domba yang memanfaatkan perbedaan mazhab, etnis, maupun geopolitik.
Seruan Persatuan di Atas Perbedaan
Din Syamsuddin menegaskan bahwa masa kini bukanlah waktu yang tepat untuk memperuncing perbedaan antara Sunni dan Syiah, maupun antara Arab dan Persia. “Kita adalah sesama Muslim yang diajarkan untuk menumbuhkan al‑ukhuwwah al‑imaniyyah atau al‑ukhuhhah al‑islamiyyah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa satuan fundamental Islam – Al‑Qur’an dan Ka’bah – menjadi fondasi yang tak boleh terpecah oleh sekat‑sekatan sektarian.
Ancaman Buzzer dan Politik Divide‑et‑Impera
Selain menyoroti pentingnya persaudaraan, Din juga mengingatkan umat Islam tentang ancaman buzzer yang beroperasi di dunia maya. Menurutnya, kelompok‑kelompok ini, termasuk “antek‑antek Israel”, berusaha memanfaatkan konflik Timur Tengah untuk menabur perpecahan. “Saatnya bersatu padu, tidak terhasut politik divide‑et‑impera ala kolonial penjajah,” tegasnya di samping Duta Besar Iran.
Ia mencontohkan bagaimana serangan rudal Israel terhadap Iran tidak memilih mazhab; “Rudal ini tidak membedakan Sunni atau Syiah, semuanya kena,” ujar Boroujerdi, menegaskan bahwa konflik bersenjata tidak seharusnya menjadi bahan perpecahan internal.
Solidaritas dengan Rakyat Iran
Din Syamsuddin menyampaikan solidaritas mendalam kepada rakyat Iran yang tengah berada dalam bayang‑bayang perang. Ia berharap musibah yang menimpa Iran segera berakhir, sekaligus mengajak komunitas Muslim global untuk bersatu dalam doa dan tindakan konkret. “Sebagai sesama Muslim, musibah mereka adalah musibah kita semua,” katanya.
Penguatan Kerjasama Indonesia‑Iran
Dalam konteks geopolitik, Din menekankan pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Iran, baik melalui organisasi masyarakat maupun lembaga pendidikan. Kerjasama tersebut, menurutnya, harus diarahkan pada tujuan bersama: kemajuan peradaban Islam dan terciptanya perdamaian global.
Ia menutup pertemuan dengan ajakan kepada semua elemen masyarakat yang mencintai perdamaian dan keadilan untuk bersama‑sama membangun masa depan peradaban manusia yang lebih baik.
Seruan Din Syamsuddin mencerminkan keprihatinan mendalam terhadap dinamika konflik global, khususnya perang antara Amerika Serikat‑Israel dengan Iran, yang berpotensi menimbulkan gelombang ketegangan di dunia Muslim. Dengan menekankan nilai persaudaraan dan menolak provokasi eksternal, harapannya adalah tercipta gelombang solidaritas yang dapat menahan tekanan geopolitik dan menjaga stabilitas regional.
Jika ajakan ini dapat diimplementasikan secara luas, maka persatuan umat Islam tidak hanya akan memperkuat posisi moral mereka di panggung internasional, tetapi juga berkontribusi pada upaya penurunan intensitas konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.