KDM saksi nikah Pasangan Disabilitas, Komitmen Layanan KUA di Hari Libur
Berita Hari Ini – 03 Mei 2026 | Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab dipanggil KDM, secara resmi menjadi saksi nikah pasangan tuna rungu Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri pada Jumat, 1 Mei 2026, di KUA Bale Endah. Acara yang berlangsung sederhana ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan layanan publik yang inklusif, meski dilaksanakan pada hari libur.
Latar Belakang dan Persiapan
Pasangan mempelai, keduanya penyandang disabilitas tuna rungu, mengajukan permohonan pernikahan di KUA Bale Endah beberapa bulan sebelumnya. Untuk memastikan kelancaran prosesi, KUA menyiapkan juru bahasa isyarat yang mendampingi selama seluruh rangkaian akad. Selain KDM, saksi kedua adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Dudung Abdul Rohman, sementara pelaksanaan akad dipandu oleh Kepala KUA Bale Endah, Rohman.
Pelaksanaan Nikah
Prosesi dimulai tepat waktu dengan bacaan ayat suci Al‑Qur’an yang disampaikan oleh imam, diikuti oleh ijab qabul yang diterjemahkan secara simultan ke dalam bahasa isyarat. Kedua mempelai tampak khidmat dan tersenyum, menandakan rasa nyaman karena semua elemen penting telah dipertimbangkan.
KDM menyampaikan pesan singkat namun penuh makna kepada pasangan: “Jangan banyak bertengkar,” ujarannya menekankan pentingnya komunikasi dan harmoni dalam rumah tangga, bukan kemewahan acara.
Makna Inklusif dan Sosial
Acara ini tidak sekadar perayaan pribadi, melainkan simbol penting bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Kehadiran juru bahasa isyarat serta dukungan pejabat tinggi menunjukkan bahwa layanan keagamaan dapat diakses oleh semua kalangan tanpa hambatan.
Menurut KDM, pernikahan seharusnya tidak menjadi beban finansial. Ia menekankan pentingnya melaksanakan akad secara sederhana, menghindari budaya pesta yang berlebihan dan menguras kantong keluarga muda. Pendekatan ini relevan di tengah situasi ekonomi yang menantang, di mana banyak pasangan masih berjuang menyiapkan kebutuhan dasar.
Dukungan Pemerintah dan Rencana Perbaikan
Setelah prosesi selesai, KDM menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk meningkatkan fasilitas KUA Bale Endah, termasuk perbaikan aula akad agar lebih layak, nyaman, dan ramah disabilitas. Ia juga mengajak instansi terkait untuk memperluas program pelatihan juru bahasa isyarat bagi petugas KUA di seluruh Jawa Barat.
Ibu Fenty Feriyawati, orang tua mempelai wanita, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Gubernur: “Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang sangat memperhatikan anak‑akan kami dengan keterbatasannya.”
Relevansi Nasional
Kasus ini menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mengimplementasikan kebijakan inklusif. Dengan menonjolkan nilai keberagaman dan kesetaraan, pemerintah daerah dapat menginspirasi perubahan kebijakan di tingkat nasional, terutama dalam penyediaan layanan publik yang ramah disabilitas.
Secara keseluruhan, pernikahan Naila dan Muhammad tidak hanya menandai awal kehidupan baru bagi pasangan, tetapi juga menegaskan tekad KDM dan pemerintah Jawa Barat untuk menjadikan layanan KUA lebih manusiawi, transparan, dan dapat diakses semua lapisan masyarakat.
Dengan demikian, peristiwa ini menjadi contoh konkret bahwa inklusivitas dapat diwujudkan dalam praktek nyata, sekaligus mengingatkan bahwa kebahagiaan keluarga tidak diukur dari besarnya pesta, melainkan dari kualitas hubungan yang dibangun.