Aliansi Driver Ojol Tolak Keras Rencana Pengemudi Diakui sebagai Pengusaha Mikro
Pemerintah sedang menghadapi penolakan dari Aliansi Solidaritas Driver Medan (ASDM) terhadap rencana pengemudi ojek online (ojol) diakui sebagai pengusaha mikro dalam Peraturan Presiden (Perpres). Wakil Ketua Umum ASDM, Rinaldi, mengatakan perubahan status pengemudi bukan sekadar persoalan istilah, melainkan menyangkut kepastian hukum serta perlindungan terhadap jutaan pengemudi transportasi online.
Pada tahun 2025, pemerintah mengumumkan perencanaan pengembangan regulasi baru untuk melindungi pekerja transportasi online. Namun, sekarang terungkap bahwa rencana tersebut telah berubah menjadi Perpres tentang perlindungan pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pengemudi ojol yang dulunya dianggap sebagai pekerja kelas III sekarang akan diakui sebagai pengusaha mikro, yang menurut ASDM adalah hal yang bertentangan dengan tujuan awal penyusunan regulasi tersebut.
“Kalau pemerintah mengakui ojol sebagai pengusaha mikro, lalu siapa pekerja yang hendak dilindungi dalam Perpres ini? Jangan sampai judulnya berbicara tentang pekerja, tetapi isinya justru menghapus status pekerja itu sendiri,” kata Rinaldi.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ASDM tidak hanya menolak rencana pemerintah, tetapi juga menuntut klarifikasi tentang status pengemudi ojol. Mereka ingin tahu apakah pemerintah akan melindungi pekerja transportasi online atau hanya mengakui mereka sebagai pengusaha mikro.
Dampak dari rencana pemerintah ini sangat besar, karena jutaan pengemudi ojol akan dipengaruhi oleh perubahan status mereka. Banyak di antara mereka yang telah memulai karir sebagai pengemudi ojol dengan harapan akan mendapatkan perlindungan hukum dan kepastian kerja. Namun, jika pemerintah hanya mengakui mereka sebagai pengusaha mikro, maka harapan mereka akan terancam.
ASDM telah menjadi salah satu organisasi yang paling aktif dalam memperjuangkan hak-hak pengemudi ojol. Mereka telah melakukan berbagai aksi dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kondisi pengemudi ojol. Dengan penolakan terhadap rencana pemerintah ini, ASDM menunjukkan bahwa mereka akan terus berjuang untuk melindungi hak-hak pengemudi ojol.
Dalam masa depan, ASDM akan terus memantau perkembangan rencana pemerintah ini dan akan terus berjuang untuk melindungi hak-hak pengemudi ojol. Mereka berharap pemerintah akan memahami kebutuhan dan harapan pengemudi ojol dan akan mengambil keputusan yang tepat untuk melindungi mereka.
Demikian informasi…
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://wartakota.tribunnews.com/news/895921/aliansi-driver-ojol-tolak-rencana-pengemudi-diakui-sebagai-pengusaha-mikro, without altering the facts of the original article.