24 Juli 2026

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menunjukkan Potensi Diri Saat Wawancara Kerja

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Memperkaya Bahasa: 10 Contoh Ungkapan Bahasa Indonesia dan Artinya untuk Menambah Kosakata

Dalam seni berbahasa dan menulis, kemampuan memilih kata yang variatif dan kaya makna merupakan kunci utama agar komunikasi terasa lebih bernyawa. Salah satu cara paling efektif untuk memperluas khazanah berbahasa adalah dengan mempelajari ungkapan (atau frasa gabungan kata) dalam bahasa Indonesia.

Ungkapan adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk makna baru, di mana maknanya tidak bisa diartikan secara harfiah per kata penyusunnya. Penggunaan ungkapan yang tepat dapat membuat gaya tulisan maupun cara bicara Anda menjadi lebih luwes, berbobot, dan tidak monoton.

Berikut adalah 10 contoh ungkapan bahasa Indonesia yang paling sering digunakan, lengkap dengan arti, konteks, dan analisis penggunaannya untuk menambah kosakata Anda:

1. Unjuk Gigi

Contoh Kalimat: “Pemain muda asal daerah itu akhirnya mendapat kesempatan untuk unjuk gigi di turnamen tingkat nasional.”

  • Makna Ungkapan: Menunjukkan pamer kemampuan, keahlian, atau kebolehan yang dimiliki kepada orang lain.
  • Konteks Penggunaan: Sering digunakan dalam narasi olahraga, pertunjukan seni, kompetisi, atau dunia kerja untuk menggambarkan momen seseorang menampilkan potensi terbaiknya.

2. Panjang Tangan

Contoh Kalimat: “Warga mengimbau agar semua orang menjaga barang bawaannya dengan baik karena daerah ini rawan orang yang panjang tangan.”

  • Makna Ungkapan: Suka mencuri atau mengambil milik orang lain tanpa izin.
  • Konteks Penggunaan: Terdapat dalam berita kriminal, pesan imbauan keselamatan, cerita fiksi, maupun nasihat moral untuk menggambarkan sifat atau perbuatan tidak terpuji.

3. Tinggi Hati

Contoh Kalimat: “Meskipun kini telah menjadi pengusaha sukses beromzet miliaran, ia tetap tidak pernah tinggi hati kepada tetangganya.”

  • Makna Ungkapan: Sombong, angkuh, atau merasa dirinya lebih dari orang lain.
  • Konteks Penggunaan: Dipakai dalam tulisan motivasi, novel, esai kepribadian, atau pembicaraan sehari-hari untuk mendeskripsikan sifat negatif seseorang. (Antonim dari ungkapan ini adalah rendah hati).

4. Banting Stir

Contoh Kalimat: “Melihat industri lama mulai redup, perusahaan itu memutuskan untuk banting stir ke ranah teknologi digital.”

  • Makna Ungkapan: Mengubah arah pekerjaan, profesi, bisnis, atau strategi hidup secara dramatis/drastis.
  • Konteks Penggunaan: Populer dalam artikel bisnis, kisah inspiratif, wawancara karir, dan narasi pengembangan diri (self-development).

5. Ringan Tangan

Contoh Kalimat: “Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok yang ringan tangan dalam membantu tetangga yang membutuhkan.”

  • Makna Ungkapan: Memiliki dua makna ganda tergantung konteks:
    1. Positif: Suka membantu, dermawan, atau penolong.
    2. Negatif: Suka memukul atau melakukan kekerasan fisik.
  • Konteks Penggunaan: Dalam penggunaan umum sehari-hari, ungkapan ini mayoritas bermakna positif (suka membantu), tetapi perlu diperhatikan konteks kalimatnya agar tidak menimbulkan salah paham.

6. Berpangku Tangan

Contoh Kalimat: “Para pemuda desa tidak boleh hanya berpangku tangan menyaksikan potensi pariwisata daerahnya terbengkalai.”

  • Makna Ungkapan: Tidak melakukan apa-apa, malas, hanya diam saja tanpa memberikan tindakan atau kontribusi.
  • Konteks Penggunaan: Sering muncul dalam naskah pidato, narasi pergerakan sosial, pesan motivasi, atau kritik atas ketidakpedulian.

7. Kepala Dingin

Contoh Kalimat: “Setiap perselisihan dalam organisasi sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin agar menemukan jalan keluar terbaik.”

  • Makna Ungkapan: Bersikap tenang, sabar, rasional, dan tidak emosional dalam menghadapi situasi sulit atau konflik.
  • Konteks Penggunaan: Digunakan dalam penulisan manajemen konflik, artikel psikologi, dialog drama, atau opini kepemimpinan.

8. Gulung Tikar

Contoh Kalimat: “Akibat krisis keuangan yang berkepanjangan, toko kelontong tua di ujung jalan itu akhirnya gulung tikar.”

  • Makna Ungkapan: Bangkrut, mengalami kerugian total hingga harus menutup usaha.
  • Konteks Penggunaan: Sering digunakan dalam liputan berita ekonomi, analisis bisnis, cerita fiksi bertema perjuangan, atau analisis finansial.

9. Tangan Kanan

Contoh Kalimat: “Ia dipercaya menjadi tangan kanan direktur utama karena kejujuran dan kesetiaannya selama puluhan tahun.”

  • Makna Ungkapan: Orang kepercayaan atau asisten utama yang diandalkan untuk mengurus hal-hal penting.
  • Konteks Penggunaan: Cocok untuk narasi latar perkantoran, novel drama politik, biografi tokoh, atau sejarah kepemimpinan.

10. Lapang Dada

Contoh Kalimat: “Meskipun harus menerima kekalahan tipis di laga final, seluruh anggota tim menyikapinya dengan lapang dada.”

  • Makna Ungkapan: Ikhlas, sabar, lega, dan mau menerima keputusan atau kenyataan pahit tanpa rasa dendam.
  • Konteks Penggunaan: Digunakan dalam ulasan olahraga, artikel motivasi kehidupan, atau nasihat dalam menghadapi kegagalan.

Tabel Ringkasan Ungkapan dan Maknanya

NoUngkapan Bahasa IndonesiaArti / Makna Kiasan
1Unjuk gigiMenunjukkan keahlian / kebolehan
2Panjang tanganSuka mencuri
3Tinggi hatiSombong / angkuh
4Banting stirMengubah arah usaha / profesi secara drastis
5Ringan tanganSuka membantu (positif) / suka memukul (negatif)
6Berpangku tanganDiam saja / tidak berbuat apa-apa
7Kepala dinginTenang, sabar, dan rasional
8Gulung tikarBangkrut / usahanya tutup
9Tangan kananOrang kepercayaan / asisten utama
10Lapang dadaIkhlas dan sabar menerima kenyataan

Manfaat Menggunakan Ungkapan dalam Karya Tulis

  1. Memperkaya Variasi Kosakata: Mencegah pengulangan kata yang sama (repetitif) dalam satu paragraf.
  2. Membuat Tulisan Lebih Bernyawa: Memberikan efek estetika dan nuansa emosional yang lebih dalam dibanding sekadar menggunakan kata-kata lugas.
  3. Meningkatkan Efisiensi Kalimat: Menyampaikan konsep yang kompleks hanya dengan dua kata padat makna (misalnya: menggunakan “banting stir” alih-alih merangkai “mengubah arah profesinya secara mendadak”).

Penulis:Helen Angelica

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menunjukkan Potensi Diri Saat Wawancara Kerja

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *