Berita Hari Ini โ 04 Mei 2026 | Sukoharjo, Jawa Tengah โ Pada Senin, 4 Mei 2026, keluarga besar Pondok Pesantren AlโMukmin Ngruki kehilangan sosok penting yang selama puluhan tahun menjadi pilar spiritual dan moral: Istri Abu Bakar Ba’asyir, Aisyah binti Abdul Rahman Baraja, yang lebih dikenal dengan sebutan Umi Ichun. Almarhumah menghembuskan napas terakhir pada pukul 09.20 WIB setelah berjuang melawan komplikasi penyakit gula, paruโparu, dan jantung yang telah diderita selama tiga dekade.
Riwayat Penyakit dan Kondisi Terakhir
Menurut keterangan keluarga, Aisyah pertama kali didiagnosis menderita diabetes sekitar tiga puluh tahun yang lalu. Seiring waktu, kadar gula darah yang tidak terkontrol menimbulkan luka pada kaki, memaksa beliau menjalani amputasi pada tahun 2025. Kondisi ini kemudian menyebar ke organ pernapasan dan jantung, memperparah gejala sesak napas dan kelelahan kronis. Pada mingguโminggu terakhir, Istri Abu Bakar Ba’asyir mengalami penurunan fungsi pernapasan yang signifikan, sehingga rencananya akan dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo untuk pemeriksaan lanjutan.
Sebelum dipindahkan ke ambulans, ia sempat mengucapkan kalimat yang penuh keikhlasan: โSaya pasrah apapun takdirnya Allah, saya ridho dengan apa yang telah ditentukan.โ Kataโkata tersebut mencerminkan keteguhan iman yang telah menjadi teladan bagi santri dan anggota keluarga.
Proses Pemakaman
Setelah dinyatakan wafat oleh tim medis Rumah Sakit Kustati Solo, jenazah Aisyah dibawa kembali ke rumah untuk persiapan jenazah. Upacara salat jenazah dilaksanakan di Masjid Baitussalam, kompleks Ponpes AlโMukmin, sebelum dilanjutkan dengan prosesi pemakaman di Pemakaman Islam Polokarto, Sukoharjo, pada pukul 15.15 WIB. Ribuan santri, tokoh agama, serta warga setempat hadir memberi penghormatan terakhir, menandai besarnya rasa hormat terhadap peran Umi Ichun dalam mengasuh generasi pesantren.
Peran Sosial dan Pendidikan
Selama lebih dari lima puluh tahun, Umi Ichun tidak hanya menjadi istri bagi pendiri pesantren, tetapi juga sosok pendidik yang mengajarkan disiplin, ketakwaan, dan kebersamaan. Anakโanaknya mengingat betapa ketatnya beliau dalam mendisiplinkan mereka, terutama pada masa-masa sulit ketika Abu Bakar Ba’asyir dipenjara. โKetika ayah kami berada di penjara, kami bergantung pada ibu untuk menjaga rumah, mengajarkan nilaiโnilai Islam, dan memastikan kami tetap semangat belajar,โ ungkap Abdul Rochim Ba’asyir, putra tertua almarhumah.
Selain peran keluarga, Istri Abu Bakar Ba’asyir dikenal aktif dalam kegiatan dakwah internal pesantren. Ia rutin mengajarkan hafalan AlโQurโan, wirid, serta mengorganisir pengajian harian yang dihadiri oleh para santri. Kehadirannya yang tenang namun tegas menjadi sumber inspirasi bagi banyak perempuan di lingkungan pesantren.
Reaksi Masyarakat dan Tokoh Agama
Berbagai tokoh agama dan aktivis sosial menyampaikan bela sungkawa. Camat Grogol, Herdis Kurnia Wijaya, menegaskan bahwa kabar duka tersebut telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak pesantren. Humas Ponpes AlโMukmin, Endro Sudarsono, menambahkan bahwa almarhumah meninggal di rumah karena komplikasi penyakit yang sudah lama diderita, dan bahwa rencana kontrol ke rumah sakit pada pagi itu tidak sempat terlaksana.
Di media sosial, ribuan netizen menuliskan doa dan ucapan terima kasih atas kontribusi Umi Ichun dalam memperkuat nilaiโnilai keagamaan di komunitas lokal. Banyak pula yang mengingat kembali kisah ketabahan beliau menghadapi penyakit kronis sambil tetap melaksanakan ibadah secara konsisten.
Kepergian Istri Abu Bakar Ba’asyir meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga inti tetapi juga bagi seluruh jaringan pesantren yang selama ini mengandalkan kehadirannya sebagai sumber kebijaksanaan dan kasih sayang. Meskipun demikian, warisan spiritual dan moralnya tetap hidup dalam setiap langkah santri AlโMukmin, yang terus melanjutkan perjuangan dakwah dengan semangat yang ditularkan oleh sang ibu.
Dengan selesainya proses pemakaman, keluarga Ba’asyir kini berfokus pada proses berduka serta menyiapkan diri untuk melanjutkan kegiatan pesantren. Mereka berharap agar ajaran-ajaran yang ditanamkan oleh almarhumah tetap menjadi cahaya bagi generasi mendatang.