**Sudaryono Resmi Menjabat Kepala BGN, Pengamat: “Tidak Akan Membawa Perbaikan Apa-apa Bahkan Bisa Lebih Buruk”** **Pembuka** Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru telah disambut dengan skeptis oleh beberapa pengamat. Mereka menilai bahwa Sudaryono tidak memiliki keahlian dalam bidang pemenuhan gizi dan dipilih karena nepotisme. **Momen Penentu di Menit Akhir** Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/07) sore di Istana Negara, Jakarta. Sudaryono menggantikan Nanik S Deyang, yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, dan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih turut hadir dalam pelantikan Sudaryono. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sudaryono sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri pertanian dan merupakan orang dekat lingkaran Presiden Prabowo. Dia pernah menjadi asisten pribadi Prabowo pada 2010 dan menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra sebelum dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah. Sudaryono juga mengaku bahwa dirinya tidak mempunyai dapur MBG atau SPPG, begitu juga keluarganya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pengamat seperti Ahli Kebijakan dan Kesehatan Pangan di MBG Watch, Isnawati Hidayah, meragukan latar belakang Sudaryono yang tidak punya keahlian dalam bidang pemenuhan gizi. “Dia itu kan politikus, pengusaha, dan dari Partai Gerindra. Dia dipilih bukan berdasarkan meritokrasi, bukan karena capable [mampu]. Tapi memang nepotisme,” ujarnya. Isnawati menilai sulit bagi Sudaryono untuk mengambil keputusan secara transparan, objektif, dan akuntabel alias tanpa dipengaruhi oleh “kedekatan dan kekuasaan”. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Presiden Prasetyo, Menteri Sekretaris Negara, berkata Sudaryono dipilih karena sejak awal mengikuti program MBG sejak masih berbentuk konsep hingga dilahirkan. Namun, penunjukan Sudaryono juga dikaitkan dengan konflik kepentingan dengan Partai Gerindra yang dia klaim memiliki sebagian besar dapur MBG. Klaim itu sejurus dengan temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut setidaknya ada tujuh yayasan pengelola dapur MBG yang memiliki kaitan dengan individu dari Partai Gerindra. Dalam pernyataannya, Sudaryono mengakui perlu adanya perbaikan dalam tata kelola MBG termasuk transparansi. Namun, masih belum jelas apa saja langkah-langkah yang akan diambil oleh Sudaryono untuk memperbaiki lembaga yang dipimpinnya. Sebelumnya, BGN telah dihadapkan dengan masalah korupsi dan kekurangan transparansi dalam pengelolaan dana MBG. Dalam beberapa tahun terakhir, BGN telah mengalami berbagai masalah, termasuk korupsi dan kekurangan transparansi dalam pengelolaan dana MBG. Oleh karena itu, penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru sangat menantang dan memerlukan perbaikan yang signifikan. **Kesimpulan** Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru telah disambut dengan skeptis oleh beberapa pengamat. Mereka menilai bahwa Sudaryono tidak memiliki keahlian dalam bidang pemenuhan gizi dan dipilih karena nepotisme. Sudaryono harus menunjukkan kemampuan dan integritasnya untuk memperbaiki lembaga yang dipimpinnya dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana MBG.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c9v4k4ekjrjo?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.