**Asfinawati: Pengajuan Dana Triliun Pemprov Jateng untuk Bencana Tidak Transparan** Pengajuan anggaran “jumbo” pemerintah provinsi Jawa Tengah dalam menangani bencana telah memicu perhatian Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Asfinawati. Ia mempertanyakan kebijakan pemerintah provinsi tersebut karena penggunaan anggaran mencapai triliunan dalam penanganan banjir bertolak belakang dengan sikap pemerintah yang selama ini abai dalam mencegah kerusakan lingkungan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Asfinawati menyebut, Pemprov Jateng mengajukan anggaran penanganan banjir di Jateng ke pemerintah pusat dengan rincian penanganan banjir Demak sebesar Rp1,7 Triliun dan Pekalongan sebesar Rp 1,5 triliun. Sementara, pengeluaran belanja Pemprov Jateng sekitar Rp23 triliun pada tahun 2025. “Saya tidak tahu apakah pemerintah pusat memberikan dana sebesar itu, tapi artinya, kebutuhan menangani banjir Jateng mencapai Rp3,2 triliun,” kata Asfi saat ikut turun ke jalan dalam aksi Jateng Guyub di depan kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Jumat (24/7/2026). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pengajuan anggaran tersebut tidak hanya menimbulkan kekhawatiran Asfinawati, tetapi juga memunculkan beberapa fakta yang menarik. Pertama, penggunaan anggaran triliunan dalam penanganan banjir terlihat tidak transparan. Kedua, pemerintah provinsi Jawa Tengah telah menghabiskan anggaran sampai triliunan untuk penanganan banjir, padahal mereka tidak pernah melakukan upaya serius dalam mencegah kerusakan lingkungan. Ketiga, persoalan lingkungan di Jateng bukan hanya merupakan masalah warga di wilayah tersebut, tetapi juga memengaruhi semua warga Indonesia karena mobilitas yang semakin meningkat. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Persoalan lingkungan di Jateng merupakan contoh nyata dari kebijakan pemerintah yang tidak efektif dalam mencegah kerusakan lingkungan. Hal ini tidak hanya berdampak pada warga di wilayah tersebut, tetapi juga memengaruhi semua warga Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah untuk melakukan upaya serius dalam mencegah kerusakan lingkungan dan menangani bencana yang diakibatkannya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Asfinawati mencontohkan bahwa sebagai warga luar Jateng, ia merasakan dampak banjir rob saat lewat di Semarang dua bulan lalu harus mengalami kemacetan panjang karena banjir rob. “Saya datang ke Jateng sebagai solidaritas sekaligus memberikan pesan bahwa masalah lingkungan di satu wilayah adalah masalah semua orang,” katanya. Dengan demikian, pemerintah harus berkomitmen untuk menangani bencana dan mencegah kerusakan lingkungan yang semakin parah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/jawa-tengah/1260923/aktivitis-ham-asfinawati-pertanyakan-pengajuan-dana-triliun-pemprov-jateng-untuk-tangani-bencana, without altering the facts of the original article.